Opini

Melihat Partisipasi Pemilu dalam Perspektif Pemilih Pemula

166
×

Melihat Partisipasi Pemilu dalam Perspektif Pemilih Pemula

Sebarkan artikel ini
Pemilih Pemilu
.Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Probolinggo, Muhammad Rofiq

Sedangkan jumlah pemilih muda usia 21-30 tahun mencapai 6.061.778 atau 20 persen dari DPT. Untuk usia 31-40 tahun sebesar 6.573.179 atau 21 persen.

Artinya, bila ditotal jumlah pemilih pemula dan muda di pemilu 2019 mencapai 48 persen.

Karena pemilih pemula adalah pemilih yang melek teknologi dan pengguna media sosial maka akan sangat mudah bagi partai politik sosialisasi visi dan misi lewat media sosial.

Ada beberapa hal yang menjadikan pemilih pemula berpotensi di Pemilu seperti :

Jumlah Populasi

Jumlah pemilih pemula dapat dipengaruhi oleh ukuran populasi suatu negara atau daerah.

Negara dengan populasi besar cenderung memiliki lebih banyak pemilih pemula potensial.

Pendidikan Politik

Tingkat pendidikan politik di kalangan pemilih pemula dapat mempengaruhi tingkat partisipasi mereka.

Pemahaman yang baik tentang pentingnya pemilihan dan proses politik umumnya dapat meningkatkan partisipasi mereka.

Kampanye Pemilih Pemula

Partai politik, kelompok masyarakat, dan organisasi pemuda seringkali melakukan kampanye untuk menarik pemilih pemula. Upaya ini untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang hak suara, dan mendorong terlibat proses pemilihan.

Oleh karena itu potensi suara pemilih pemula yang patut dipertimbangkan untuk dibidik oleh partai pada pemilu 2024.

Apalagi mereka belum memiliki jangkauan politik yang cukup kuat sehingga membuka peluang yang sangat besar untuk dirangkul partai politik.

Untuk menghadirkan pemilih pemula yang cerdas tentu sudah menjadi tugas penyelenggara pemilu, KPU, untuk sosialisasi kepada pemilih pemula supaya mereka paham politik dan mengerti pentingnya partisipasi aktif di pemilu 2024.

Selain itu, peran serta masyarakat juga dibilang punya andil dalam meningkatkan partisipasi politik pada pemilih pemula.

(*) Penulis adalah Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Probolinggo.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi beritabangsa.id.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *