Opini

2 Cinta Bob Marley: Musik dan Sepakbola, Simbol Persatuan di Tengah Perpecahan

1040
×

2 Cinta Bob Marley: Musik dan Sepakbola, Simbol Persatuan di Tengah Perpecahan

Sebarkan artikel ini
2 cinta
Robbert Nesta Marley “Bob” Marley

Oleh : Fikri Mahbub

I shot the sheriff (the sheriff)
But I swear it was in self defense (no, no) Ooh, ooh, ooh (yeah, I said)
I shot the sheriff (oh, Lord)
And they say it is a capital offense (oh now, yeah, Ooh, ooh, ooh (yeah, hear this).

Scroll untuk melihat berita

Lirik lagu yang kemudian melegenda kepunyaan Robbert Nesta Marley, yang akrab sebagai Bob Marley bersama grup band-nya The Wailers saat lagu itu dinyanyikan di Tuff Gong, bangunan milik label rekaman Bob Marley and The Wailers.

Secara bersamaan, pada 1976 pukul 20.30, dua mobil Datsun putih berisi 7 atau 8 orang yang menenteng senapan mesin dan pistol. Mereka masuk ke ruangan, dan menembak serampangan.

Setelah penembakan terjadi, Marley dan beberapa orang lain bersembunyi di kamar mandi. Dalam kasus itu, Marley selamat dengan luka di dada dan tangan.

Selang setahun dari percobaan pembunuhan, ada kabar yang membuat banyak orang terhenyak. Marley terkena Melanoma, sejenis kanker kulit, yang tumbuh di bawah kuku jempol kakinya. Marley merahasiakan hal itu dari para penggemar. Ia mengaku perban yang membalut kakinya adalah untuk menutupi luka karena main sepak bola.

Dokter menyarankan Marley untuk amputasi. Tapi ia menolak. Penolakan itu bisa dibaca di salah satu buku biografi klasik Marley karya Timothy White, Catch a Fire: The Life of Bob Marley (2006).

“Rasta no abide amputation,” ujarnya. Rastafari, kepercayaan yang dianut Marley, melarang amputasi. “Jah, de living God will heal me wit’ de meditations of me ganja chalice, or he will tek me as a son inta His Kingdom.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *