Berita Utama

Cari Untung Investasi Smart Wallet ke Oknum DPRD Jombang Malah Buntung

866
×

Cari Untung Investasi Smart Wallet ke Oknum DPRD Jombang Malah Buntung

Sebarkan artikel ini
Investasi bodong
Ilustrasi, Sumber: pinterest

BERITABANGSA.ID, JOMBANG.- Salah satu oknum anggota DPRD Jombang, terjerat masalah serius.

Dia digeruduk massa yang meminta uangnya dikembalikan, karena oknum berinisial AT, ini harus bertanggungjawab atas uang warga karena investasi bodong Smart Wallet.

Scroll untuk melihat berita

Rumah oknum ini dikepung warga, Senin, 1 April 2024 kemarin. Karena kesal tak ada hasil warga melapor ke Polisi.

Sejumlah korban meminta A Tohari, mengembalikan uang mereka.

“Investasi smart wallet ini penipuan. Lah dia memang presiden direktur Smart Wallet,” ujar korban yang ogah dinamakan.

Dijelaskan, aplikasi itu tidak bikin untung tapi malah buntung.
“Kita semua tertarik keuntungan lah. Kalau sekarang ya gak mau lagi. Uang harus kembali,” ujarnya yang mengaku ada ratusan korban yang senasib dengannya.

Awalnya dia tertarik Smart Wallet ini, karena dijamin untung. Sistemnya investasi.

“Aplikasi itu pakai sistem leader. Leader inilah yang membawa kita ikut Smart Wallet, dengan janji untung bbesar dua persen, berbentuk US Dollar,” ujarnya.

Awalnya senang dengan smart wallet ini, karena deposit 1-3 bulan untungnya gede. Faktnya amsiong.

“Leader itu tak ada yang mau tanggung jawab. Kami sekarang cari solusi sendiri menemui Presiden Direktur ini,” ungkapnya.

“Jarene bonus. Tapi mana. Kami hanya minta uang pokok kita itu balik. Bonus Rp20-40 juta wes gak mungkin blas,” ujar korban berinisial RD, ini.

Modusnya, leader atau suruhan Ahmad Tohari merekrut member, dan diarahkan ke admin-admin aplikasi tersebut.
Pada akhirnya, setelah approval malah buntung.

Janji mengembalikan tapi hanya obral janji. “Ternyata janjian ditemui, hari Sabtu, Minggu dan sebagainya Tohari gak nongol. Senin, juga demikian katanya buka puasa, eh bohong juga,” bebernya.

Saking kesalnya, para member ini berencana untuk melaporkannya ke polisi.

Korban lain, menceritakan mulai gabung sejak 17 Desember 2023 modal awal Rp500 ribu. Setelah itu memasukkan modal di aplikasi tersebut, sebanyak Rp18 juta.

Saldo dia tambah terus dengan harapan bonus dicairkan tiap bulan. Eh..malah tidak karuan. Duitnya malah amblas.

“Kita terus diberi omongan manis bonus. Jika ada member dapat lagi bonus. Kita semua di sini rata rata kena 20, 30, 50, 100, 70 dan 40 juta,” imbuhnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *