Berita Utama

Kunjungi RSUD Kanjuruhan, Gubernur Jatim Didampingi Bupati Malang Jenguk Korban Tanah Longsor Ampelgading

85
×

Kunjungi RSUD Kanjuruhan, Gubernur Jatim Didampingi Bupati Malang Jenguk Korban Tanah Longsor Ampelgading

Sebarkan artikel ini
Korban tanah longsor Ampelgading
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Malang H.M Sanusi dan Plt Dirut RSUD Kanjuruhan Bobi Prabowo saat berbincang dengan korban longsor

BERITBANGSA.ID – MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi dua korban banjir dan tanah longsor Ampelgading di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang, Senin (10/7/2023) siang.

Selain berkunjung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, memberikan bantuan uang senilai Rp10 juta.

Kali ini, Gubernur Jatim didampingi Bupati Malang HM Sanusi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta Forkompinda Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah mengatakan, maksud kunjunganya ke RSUD Kanjuruhan untuk menjenguk sekaligus memberi santunan kepada para korban tanah longsor.

“Kalau kemarin saya ke Lumajang, Kita juga menyampaikan santunan duka cita untuk tiga orang dalam satu rumah yang terdampak dari longsor Pronojiwo,” kata Khofifah.

Gubernur Jawa Timur juga menyampaikan dukacita terhadap warga Kabupaten Malang yang menjadi korban tanah longsor.

“Kita juga berduka ada warga Kabupaten Malang yang terdampak, ada yang wafat umur 73 tahun, putri dan cucunya yang sekarang sedang recovery dirawat di RSUD Kanjuruhan ini. Kita tentu bersama berharap mitigasi bencana bisa dibangun kewaspadaan, di mana titik yang alami kekeringan dan titik tertentu mengalami hujan dengan intensitas tinggi,” terang Khofifah.

Menurut anggota kelurga korban, 10 hari itu hujan dengan intensitas yang tinggi dan berakhir longsor terjang rumah korban.

“Insya Allah kondisinya sudah membaik, Kalau Felix (14) sudah selesai dioperasi dan recovery besok. Semoga sudah mulai belajar berjalan, lalu Budenya Insya Allah juga sudah mulai recovery dengan baik,dan mungkin dalam dua atau tiga hari juga sudah di izinkan untuk kembali atau rawat jalan,” beber mantan Menteri Sosial ini.

Sementara itu Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan, Bobi Prabowo, mengatakan korban tanah longsor ada tiga, namun yang dirawat di RSUD Kanjuruhan ada dua.

“Yang pertama ada ibu Lilis (36) mengalami patah tulang tertutup clavicula, dan yang satu lagi Felik (14) mengalami patah tulang cruris (tulang tungkai bawah),” tandas Bobi.

Pada saat kejadian pada Jumat sore, ditangani oleh Puskesmas Ampelgading, kemudian dirujuk ke RSUD Kanjuruhan dan dilakukan skrining dan paginya dilakukan operasi.

“Dan syukurlah kondisi karena cepat ditangani tidak ada komplikasi,” pungkas Bobi.

Sekadar informasi, bencana tanah longsor di Dusun Sukoanyar RT18 RW 4, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, terjadi Jumat (8/7) pukul 18.30 WIB, usai hujan dengan intensitas tinggi selama 10 hari.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *