Daerah

Momen Satu Abad NU, Peziarah Makam Gus Dur Meningkat, Jadi Berkah Pedagang Oleh-oleh

222
×

Momen Satu Abad NU, Peziarah Makam Gus Dur Meningkat, Jadi Berkah Pedagang Oleh-oleh

Sebarkan artikel ini
makam Gus Dur
Suasana di kawasan makam Gus Dur, Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Foto : Faiz

BERITABANGSA.ID – JOMBANG – H-1 peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU), para peserta mulai berdatangan ke Jawa Timur. Menariknya mereka, mayoritas ziarah terlebih dahulu ke beberapa makam tokoh pendiri NU. Salah satunya ke makam almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Senin (6/2/2023) siang, kawasan pesarean ini pengunjungnya membludak.

Scroll untuk melihat berita

Rupanya para peziarah ini berdatangan dari warga dari organisasi Nahdlatul Ulama.

Pengurus Ponpes Tebuireng Teuku Aswani mengatakan, jumlah peziarah kian mengalami kenaikan 70 persen.

“Iya benar sejak satu mingguan yang lalu, di momen satu abad NU ini, jumlah peziarah meningkat. Ada yang dari warga NU Jakarta, Yogyakarta, Lombok, dan lain sebagainya. Biasanya per hari ada 5 ribu peziarah, di momen satu abad NU ini meningkat jadi belasan ribu peziarah,” ujarnya saat ditemui di kawasan makam.

Waktu buka tutup makam disebutkan tidak alami perbedaan. Disampaikannya tetap dibuka setiap hari hingga malam. Namun demikian, para peziarah tetap diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

“Waktu buka dan tutupnya sama dengan sebelum-sebelumnya. Tapi untuk tamu yang sudah menghubungi pihak pesantren, akan dibuka jam berapa pun jika sudah diizinkan,” tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Siti Khomisah (45) warga DKI Jakarta mengaku sengaja untuk mampir terlebih dahulu di makam Gus Dur, sebelum ke tempat peringatan satu abad NU di GOR Delta Sidoarjo.

Selain berziarah, tak lama berselang, ia beranjak ke tempat penjualan oleh-oleh di halaman pondok pesantren setempat. Di sana ia melihat sejumlah pakaian berlambang NU, hingga membeli aneka jajanan tradisional.

“Ia memang sengaja ziarah ke makam pendiri NU terlebih dahulu, baru nanti malam berangkat ke Sidoarjo untuk mengikuti peringatan satu abad NU. Setelah ziarah, ini beli-beli oleh-oleh jajan buat nyemil di Sidoarjo nanti, dan sebagian mau tak bawa pulang buat keluarga yang di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, momen peringatan satu abad NU ini juga jadi berkah tersendiri bagi pedagang oleh-oleh kawasan makam ulama Ponpes Tebuireng Jombang ini. Seperti yang dialami Muhsadi (49), salah satu pedagang aneka jajanan tradisional.

Pria warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini mengaku jika sejak sepekan lalu, pembelinya mengalami naik 50 persen dari biasanya.

“Alhamdulillah berkah dan saya sangat bersyukur, pembeli meningkat. Mungkin karena peringatan satu abad NU ini, banyak orang berziarah dan belanja buat oleh-oleh. Biasanya per hari dapat 500 ribu hingga satu juta, kemarin Alhamdulillah bisa tembus 2 juta,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *