Berita Utama

Sampai Kapan Pemerintah Setengah Hati Mencari Nelayan yang Hilang di Laut?

169
×

Sampai Kapan Pemerintah Setengah Hati Mencari Nelayan yang Hilang di Laut?

Sebarkan artikel ini
Nelayan
Lalu lintas perahu nelayan di Pantai Pancer, Puger Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah / Beritabangsa.id)

Sutiyem juga menyampaikan kekecewaannya kepada Basarnas Pos SAR Jember dan pemerintah terkait di Kabupaten Jember atas lambatnya penanganan kecelakaan laut yang menimpa suaminya dan rombongan.

“Kalau dari Jember, baik Basarnasnya maupun pemerintahnya itu tidak ada tindakan pencarian, 5 hari pertama sejak suami saya hilang, itu tidak ada tindakan pencarian apapun, ya minta maaf pun tidak ada ke kami, itu yang membuat kecewa bagi kami. Kalau terjun (melakukan pencarian) sejak awal, itu perahu 6 nelayan tidak akan jauh,” kata Sutiyem.

Sutiyem, istri dari Daim, salah satu dari 6 nelayan yang hilang, saat sesi wawancara. (Foto: Guntur Rahmatullah / Beritabangsa.id)

Ia mendorong pemerintah agar peduli terhadap penanganan kecelakaan laut yang kerap dialami para nelayan. Dari upaya pencarian terhadap 6 nelayan hilang itu, Sutiyem menyebut kepedulian pemerintah terhadap kaum nelayan masih rendah.

“Pemerintah harus mengerti bagaimana kesusahan warga nelayan, pergi melaut tantangannya itu nyawa hilang itu kami sudah paham, cuma pemerintah sendiri harus mengerti. Ya saya minta bantuan, bagaimana ini anak saya masih sekolah mencari ilmu belum selesai, masih kelas 2 SMP, tolong pemerintah dibantu kami ini untuk meneruskan hidup ini,” lanjut Sutiyem.

Siti Khadijah, istri dari Ahmad Basori, salah satu dari 6 nelayan yang hilang, saat sesi wawancara. (Foto: Guntur Rahmatullah / Beritabangsa.id)

Sementara itu, istri dari Ahmad Basori, Siti Khodijah ketika didatangi wartawan beritabangsa.id ke rumahnya, kondisinya memilukan. Dia mengaku tak tahu harus bagaimana untuk hidup ke depannya, sedangkan ia memiliki bayi berumur 8 bulan, buah cintanya dengan Ahmad Basori.

“Saya untuk kebutuhan sehari-hari saat ini bingung sejak mas Ahmad Basori, suami saya tidak pulang dari melaut hingga sekarang, saya gak tahu lagi harus bagaimana, keperluan anak saya, tidak ada yang bantu, saya mau suami saya pulang dengan keadaan selamat,  itu saja,” ucap Khodijah sambil menangis.

Wartawan beritabangsa.id kemudian menanyakan kesimpulan dari upaya pencarian kepada Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan pada 23 Juli 2025.

“Masih kami tanyakan hal itu kepada pimpinan, karena sudah menjadi atensi pimpinan kami di Kantor SAR Surabaya,” jawab Andi Irawan dalam pesan whatsapp.

Saat berita ini ditayangkan, Koordinator Pos SAR Jember sudah diganti. Dari Andi Irawan, saat ini Koordinator Pos SAR Jember dijabat Prahista Dian. Informasi terkait serah terima jabatan diperoleh dari instagram resmi Basarnas Pos SAR Jember @possar_jember  yang diunggah pada 4 Agustus 2025.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60