Wartawan beritabangsa.id menelepon anggota Komisi D DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya pada 4 Agustus 2025 namun tidak diangkat. Kemudian wartawan mengirimkan sejumlah pertanyaan ke nomor whatsapp yang bersangkutan.
“Maaf masih rapat bapemperda sekarang di ruangan komisi A,” jawab Alfian melalui chat whatsapp.
Kemudian di hari yang sama, wartawan beritabangsa.id berupaya menghubungi anggota Komisi D, Indi Naidha. Wartawan mengirimkan sejumlah pertanyaan ke nomor WhatsApp yang bersangkutan.
“Walaikumsalam,” tulis Indi singkat, tidak menjawab seluruh pertanyaan wartawan. Untuk diketahui, Indi Naidha merupakan anggota DPRD Jember dari Dapil Kecamatan Puger.
Kemudian wartawan beritabangsa.id menanyakan upaya pengadaan kapal SAR di Kabupaten Jember dan upaya antisipasi akan kecelakaan laut kepada Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo.
“Kapal kalau di laut itu biasanya oleh TNI AL bersama Basarnas dan pemerintah Provinsi dan Pusat, selain itu mahal dan dibutuhkan operasional dan perawatan yang khusus terhadap kapal SAR, yang tepat melakukan pengadaan ya TNI AL, pemerintah pusat dan provinsi,” jawab Indra melalui pesan WhatsApp.
Wartawan beritabangsa.id kemudian menanyakan hal yang sama kepada Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Biswarno. Beberapa pertanyaan disampaikan melalui pesan ke nomor whatsapp Untari pada 5 Agustus 2025, namun tidak dijawab. Kemudian keesokan harinya, 6 Agustus, wartawan berusaha menelepon Untari, namun tidak diangkat.
Tak Ada Kesimpulan Jelas dari Pencarian 6 Nelayan Jember yang Hilang

Istri dari Daim, Sutiyem menanyakan kesimpulan dari pencarian 6 nelayan Jember yang hilang. Ia mengaku bahwa semenjak ditemukannya bangkai KM. Sinar (perahu yang ditumpangi 6 nelayan Jember) di perairan laut Kabupaten Trenggalek pada 3 Juli lalu, petugas Basarnas Pos SAR Trenggalek melakukan pencarian ke laut di hari itu juga, dan berturut-turut hingga 9 Juli atau selama 7 hari.
“Basarnas Trenggalek memberi informasi setiap hari kepada kami, mereka melakukan pencarian sejak awal ditemukannya perahu sampai 7 hari. Setelah 9 Juli itu tidak ada kabar terbaru lagi mengenai pencarian terhadap suami saya dan rekan kerjanya, kelanjutannya gimana ini, kesimpulannya bagaimana?,” ujar Sutiyem kepada beritabangsa.id. Lanjutkan membaca dengan klik tombol angka di bawah


















