Pada tanggal 03 Juli 2025, Koordinator Basarnas Pos SAR Jember Andi Irawan mendapat informasi bahwa KM Sinar, (perahu yang membawa 6 nelayan Jember) itu ditemukan di perairan laut Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, tanpa awak satu pun.
Andi lantas menghubungi pimpinannya di Basarnas SAR Surabaya, kemudian Basarnas Pos SAR Trenggalek langsung melakukan pencarian.
Umi Farida Kecam Pemerintah

Umi Farida, keponakan Daim, satu dari korban nelayan hilang itu kecewa kepada pemerintah, karena sampai hari ke-5 belum melakukan pencarian di laut.
Kata Farida, pemerintah telah gagal melindungi warga negara Indonesia yang sedang mencari nafkah.
Dia tak mau tahu alasan Basarnas Pos SAR Jember, mengingat sesuai UUD 1945, warga negara Indonesia berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah, pekerjaan dan penghidupan yang layak.
“Ini soal nyawa, meski hanya 6 orang, mereka adalah warga negara Indonesia lho. Iya memang kecelakaan laut yang dialami paman saya, akibat cuaca ekstrem, akibat alam. Namun apabila pemerintah sudah mempersiapkan dengan matang terkait kecelakaan laut, maka risiko yang dapat mengancam keselamatan nelayan itu dapat diminimalisir. Ini 5 hari pertama, tidak ada tindakan pencarian sama sekali, alasannya tidak punya kapal SAR. Lah bertahun-tahun Kabupaten Jember ini ada, masak tidak mampu membeli kapal SAR? Kan sudah banyak kecelakaan laut dialami nelayan Jember lainnya. Apa memang begini selama ini,” ujar Umi Farida, kesal, Kamis 7 Agustus 2025.
Kronologi Hilangnya 6 Nelayan Jember

Sebelumnya, 6 orang nelayan ini berangkat melaut dari Pantai Pancer, Puger Jember pada Jumat siang, 27 Juni 2025.
Mereka adalah Mistawi, Wasito, Daim, Zainul Arifin, Ahmad Basori dan Bahori. Semua warga Jember ini menumpang satu perahu.
Elly Pratama, kakak ipar dari Ahmad Basori, salah satu dari 6 nelayan yang hilang, menceritakan saat itu dia juga pergi melaut menaiki perahu lain. Elly berangkat melaut di hari dan jam yang sama.
“Saat itu perahu saya berada di timurnya Watu Ulo, 6-7 mil dari daratan. Saat kami menebar jaring pada malam hari, 6 nelayan itu masih terlihat dari perahu saya, mereka di sebelah barat, saya di sisi timurnya. Posisi mereka itu sangat ke tengah, waktu itu kondisi cuaca ekstrem, ombak besar dan angin kuat,” ujar Elly. Lanjutkan membaca dengan klik tombol angka di bawah


















