Tari mengingatkan, apabila dalam melayani publik terkendala sarana prasarana, maka pimpinan dari instansi pemerintah itu seyogyanya fokus pada solusi, berkoordinasi lintas instansi di Jember atau bisa meminta bantuan ke Kantor SAR Surabaya, bukan malah membebani warga yang melapor.
“Itu Basarnas Kantor SAR Surabaya punya kapal lho,” kata Tari.
Wartawan beritabangsa.id kemudian melakukan penelusuran berita yang dimuat media mainstrim, didapati fakta bahwa benar Basarnas Kantor SAR Surabaya memiliki kapal SAR, di antaranya KN SAR 249 Permadi dan KN SAR 225 Widura. Diketahui, Kantor SAR Surabaya mengirimkan KN SAR 249 Permadi untuk pencarian korban tenggelamnya KMP. Tunu Pratama Jaya pada 3 Juli 2025. Klik di sini baca beritanya
Tari menyadari kapal SAR yang dimiliki Kantor SAR Surabaya terbatas dan tidak mampu untuk melayani seluruh daerah di Jawa Timur, namun setidaknya ia menyarankan agar Koordinator Pos SAR Jember itu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kantor SAR Surabaya.
“Semua lembaga negara itu pasti mempunyai SOP, mana yang bisa segera dilakukan oleh Kabupaten, tapi kalau memang itu kurang alat atau kurang tenaga, dan lain-lain, itu berarti berkoordinasi dengan Provinsi atau setingkat di atasnya. Kalau kejadiannya yang di Selat Bali (tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya), itu cepat kan reaksinya baik itu dari provinsi segera kirim, kemudian jadi tanda tanya, apakah karena ini cuma nelayan, cuma perahu nelayan, wajar dong masyarakat itu berpikiran ini mungkin diremehkan salahnya nelayan, menyalahkan nelayan, sudah tahu perahu kecil kok nekat ke tengah samudra, mungkin loh ya, ini kan kemungkinan. Tetapi ketika yang mengalami kecelakaan laut itu kapal ferry yang di selat Bali, mungkin pemilik kapalnya itu adalah perusahaan swasta besar, kemudian jumlah penumpangnya banyak, ada juga kepentingan asuransi, ini kan banyak kepentingan, akhirnya semua berbondong-bondong, sampai TNI AL pun terlibat membantu, sementara di Puger? Nah akhirnya kondisi ini bisa membuat masyarakat apatis terhadap pemerintah. Ingat, satu nyawa pun harus mendapat perlakuan yang sama dengan yang jumlahnya banyak,”lanjutnya. Lanjutkan membaca dengan klik tombol angka di bawah


















