Firman Allah Ta’ala: “Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk Bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah maka Ibrahim berlepas (“Baro’ah”) diri darinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qur’an Surat at-Taubah: 114).
Terkhusus kekacauan, akibat perbuatan buruk, serta gangguan dari mereka adalah bersabar dan senantiasa beramal baik dan memohon kepada Allah berbagai kebaikan seperti kemuliaan dan pertolongan dariNya.
Bukankah Allah senantiasa bersama dengan orang-orang, bukankah Allah bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan mencintai mereka, dan tentunya Allah mengijabah do’a orang-orang yang terzalimi.
Namun satu hal juga untuk diingat agar terpatri dalam diri untuk memaafkan, sebab Allah Maha memaafkan bahkan terhadap pelaku zalim tertinggi berupa kesyirikan Allah juga yang memberi rezeki (ar-Rozzaq), maka sediakanlah dada yang lapang dan jiwa yang tenang untuk segala kemungkinan termasuk memaafkan serta menyerahkannya kepada Allah “bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya” (at-Tiin: 8).
(*) Penulis adalah master filsafat dan penulis lintas Jogja Sumatera.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi beritabangsa.id.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















