Opini

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar; Refleksi Terhadap Surat Ali Imran

814
×

Keutamaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar; Refleksi Terhadap Surat Ali Imran

Sebarkan artikel ini

Allah sendiri mengatakan bahwa umat yang berpegang teguh kepada Nya dan dengan senantiasa mengikuti tuntunan-Nya dengan menyeru kepada kebaikan serta menahan dari kemungkaran sebagai umat terbaik yang dengan usaha tersebut telah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya terang benderang dan beriman kepada Allah.

Bahkan, bagi siapa saja yang berlaku demikian tidak terkecuali dari golongan Ahli Kitab sebagai bagian dari orang-orang saleh. Sebagai bentuk kebenaran bahwa Allah mengetahui siapa saja yang berpegang teguh kepada janji-janjinya dan senantiasa bertaqwa.

Adapun orang-orang kafir berada dalam ancaman meski memiliki harta dan anak-anak sama sekali tidak akan memperkaya di sisi Allah dan akan mendapat adzab yang pedih.

Maka betapa disayangkannya Ahli Kitab yang tidak beriman sebab beriman merupakan kondisi terbaik bagi mereka.

Di antara mereka sesungguhnya terdapat iman, meski sebagian besar mereka adalah fasik atau jauh dari iman dan tidak kunjung sunguh-sungguh bertobat dengan menjadi pelaku dosa besar hingga ajal menjelang.

Terhadap di antara orang-orang yang melakukan kerusakan, sikap “baro’ah” atau berlepas diri merupakan sikap yang disyari’atkan.

Hal ini terdapat percontohannya kepada salah seorang suari tauladan yang disebut langsung dalam Alquran selain Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan memahami jalan pikir kaumnya untuk memperingatkan perbuatan buruk mereka.

Usaha sedemikian yang dilakukan Bapak Para Nabi tersebut diiringi sikap berlepas diri terhadap kesyirikan sebagai kezaliman tertinggi yang dilakukan kaumnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60