BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Ikatan Alumni Universitas Surabaya (IKA Ubaya) memasuki babak baru. Sebanyak 34 pengurus untuk periode 2026–2029 resmi dilantik, di Gedung Serbaguna Perpustakaan lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Minggu (15/3/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum IKA Ubaya Ivan Cahyadi. Sejumlah unsur penting kampus turut hadir, mulai dari yayasan, rektorat, hingga jajaran dekanat Universitas Surabaya.
Momentum tersebut menandai penguatan peran alumni sebagai salah satu pilar penting dalam ekosistem perguruan tinggi. Apalagi, tahun ini IKA Ubaya juga memasuki usia ke-50.
Dalam sambutannya, Ivan Cahyadi menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat hubungan antara alumni dan civitas akademika.
Ia ingin organisasi alumni menjadi jembatan yang mampu menyatukan berbagai elemen di lingkungan Universitas Surabaya.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun fondasi organisasi yang kuat melalui program kerja dari setiap departemen.
“Kami ingin membangun fondasi awal yang kuat sebagai jembatan penghubung seluruh civitas akademika. Tujuannya agar tumbuh rasa memiliki yang kuat terhadap universitas tercinta,” ujar Ivan.
Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto menilai alumni merupakan wajah nyata dari sebuah perguruan tinggi. Jejak alumni di masyarakat, menurutnya, mencerminkan kualitas pendidikan yang dihasilkan kampus.
Karena itu, keberadaan organisasi alumni memiliki posisi strategis dalam perjalanan universitas ke depan.
“Ikatan alumni adalah mitra strategis universitas dalam menghadapi tantangan zaman. IKA Ubaya mengambil peran konkret sebagai penghubung antara alumni dan dunia kerja,” kata Benny.
Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya Anton Priyatno mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas di antara para alumni. Ia menekankan bahwa semangat saling membantu dan berbagi informasi harus tetap dijaga.
Menurut Anton, nilai kebersamaan yang terbentuk sejak masa kuliah tidak boleh hilang setelah para alumni memasuki dunia profesional.
“Sesama alumni harus bisa bekerja sama, saling membantu, dan berbagi informasi sesuai janji alumni saat wisuda. Zaman boleh berubah, tetapi sejarah dan jasa para pendahulu tidak boleh dilupakan,” ujarnya.
Prosesi pelantikan diawali dengan penyerahan cinderamata dari Ketua Umum IKA Ubaya periode 2026–2029 kepada Badan Pengurus Harian periode 2021–2025. Penyerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi kepengurusan sebelumnya.
Mewakili pengurus lama, Erwin H. Poedjono menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan kepada pengurus baru. Ia berharap berbagai praktik baik yang telah berjalan dapat diteruskan bahkan dikembangkan lebih luas.
Dari total 34 pengurus yang dilantik, enam di antaranya menempati posisi Badan Pengurus Harian. Mereka adalah Johanes Dipa Widjaja sebagai Wakil Ketua Umum, Fredy Limpahala sebagai Sekretaris Jenderal, Inayah Sri Wardhani sebagai Sekretaris Umum, Popy Adhi Nurlistyorini sebagai Wakil Sekretaris, Yudi Hartono sebagai Bendahara Umum, serta Erlin sebagai Wakil Bendahara.
Salah satu pengurus, Seno Medianto Prabowo, menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ivan Cahyadi yang juga menjabat Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Ia optimistis pengalaman tersebut dapat memperkuat jaringan dan kontribusi alumni.
Menurutnya, organisasi alumni memiliki potensi besar untuk membuka kolaborasi lintas sektor sekaligus memperluas jejaring profesional antaralumni.
Kepengurusan IKA Ubaya periode 2026–2029 mengusung semangat Bersama Berdaya, Berkarya, dan Berdampak sebagai landasan dalam menjalankan berbagai program organisasi alumni ke depan.


















