BERITABANGSA.ID, JEMBER – Dugaan alihfungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang rencananya akan dijadikan gudang beras, di Desa Jambearum Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menuai sorotan publik. Pihak yang akan membangun gudang beras adalah PT. Abadi Langgeng Gemilang, sebuah pabrik penggilingan padi.
Secara spesifik, lahan sawah yang akan dibangun gudang beras itu berada di koordinat -8.305349,113.494860 masuk dalam kawasan hijau LP2B, menurut portal resmi Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan alamat website gisliner.atrbpn.go.id.

Humas PT. Abadi Langgeng Gemilang, Eko Hari membenarkan bahwa lahan sawah berstatus hijau, yang akan dibangun gudang beras merupakan milik pabrik dimana ia bekerja. Terkait alihfungsi LP2B, Eko mengklaim pihaknya telah mengantongi izin.
“Benar, lahan tersebut sedianya akan dibangun gudang beras sebagai langkah perluasan penampungan beras. Terkait alihfungsi lahan sudah kami urus sejak 2023 silam dan izinnya sudah turun saat ini,” ujar Eko pada Jumat, 3 Juli 2026.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa PT. Abadi Langgeng Gemilang merupakan mitra makloon Perum. BULOG Kantor Cabang Jember.
“Sebagai mitra makloon, pabrik kami bertugas untuk membantu Perum BULOG Jember dalam memperbesar serapan gabah petani dan meningkatkan ketersediaan pasokan beras. Ini semua merupakan upaya menyukseskan ketahanan pangan nasional,” lanjutnya.
Dengan pasokan beras yang melimpah, lanjut Eko, maka akan berdampak positif terhadap kestabilan harga beras di pasar. Dengan stabilnya harga beras yang merupakan kebutuhan primer, maka seluruh masyarakat juga diuntungkan.
Untuk diketahui, alihfungsi LP2B hanya diperbolehkan untuk tujuan kepentingan umum dan harus menyediakan lahan pengganti LP2B, sesuai pasal 44 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Sebelumnya, Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Jember, M. Ade Saputra mengumumkan bahwa pihaknya menambah mitra makloon, dari yang sebelumnya berjumlah 7 mitra, saat ini meningkat menjadi 13 mitra makloon.
“Ini menjadi strategi kami agar serapan gabah kering panen bisa maksimal saat panen raya,” ujar Ade pada Februari 2026 lalu.
Berkat penambahan mitra makloon tersebut, Perum BULOG Kancab Jember berhasil melampaui target serapan gabah kering panen (GKP) pada tahun 2026.
Perum BULOG Kancab. Jember menyerap gabah kering sebesar 166.135 ton, melampaui target tahun 2026 sebesar 84.500 ton.
Selain untuk memperbesar serapan gabah, lanjut Ade, penambahan mitra makloon tersebut untuk mempercepat pengeringan padi dalam jumlah besar.
Ade mengaku Perum BULOG Kancab Jember hanya memiliki 1 pengering di Sentra Penggilingan Padi (SPP) yang berlokasi di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Jember.
“SPP yang berada di Kecamatan Puger hanya mampu menampung 120 ton perhari, tidak mampu mengakomodir seluruh GKP saat panen raya, sehingga kami tingkatkan jumlah mitra makloon, dan bisa meningkat kapasitasnya menjadi 1.600 ton perhari,” pungkasnya.


















