Pendidikan

Antisipasi Dekadensi Moral, MAN Surabaya Gelar Pondok Ramadan dan Ngaji Kitab Kuning

1605
×

Antisipasi Dekadensi Moral, MAN Surabaya Gelar Pondok Ramadan dan Ngaji Kitab Kuning

Sebarkan artikel ini
Pondok ramadan
Suasana saat pondok ramadan di MAN Surabaya

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – MAN Surabaya menggelar Pondok Ramadan dan Ngaji Kitab Kuning di Aula sekolah yang diikuti oleh siswa mulai kelas XI hingga kelas XII.

Acara ini merupakan agenda tahunan, namun pada tahun ini dikemas berbeda, salah satunya adalah kajian kitab kuning dan moderasi beragama dan praktek ibadah lainnya.

Scroll untuk melihat berita

Hal ini dimaksudkan guna membangun karakter siswa untuk belajar mandiri dan membentuk siswa yang islami.

Kepala Sekolah MAN Surabaya, Fathurrahman, melalui Wakil Kepala Sekolah, Mohammad Suwar, menerangkan, kajian kitab kuning ini merupakan inisiatif dewan guru agar siswa mempunyai bekal di bidang keagamaan lebih dalam lagi.

“Selama ini kitab kuning hanya kita pelajari di pondok pesantren, namun selama Ramadan ini kita sedikit mengupas dan mengaji kitab kuning untuk menghindari dekadensi moral di generasi Z ini,” ungkap Suwar saat dikonfirmasi Beritabangsa.id.

Suwar menambahkan, pondok ramadan diadakan lebih awal agar lebih mengena dan siswa lebih leluasa dalam mempelajari ilmu agama yang terkandung dalam kitab kuning.

“Hal yang utama dalam pelajaran awal tadi seperti apa yang telah kita lihat sendiri mengenai adab dan akhlak, ini penting agar ke depan siswa kami mempunyai pegangan dalam bergaul di tengah modernisasi yang kian canggih,” tuturnya.

Pondok ramadan
Siswa MAN Surabaya saat mengikuti kajian Kitab Kuning

Oleh karenanya, lanjut Suwar, pihaknya mengambil salah satu kitab kuning yang berkaitan dengan akhlak yaitu kitab Akhlaku Lilbanin.

Harapannya adalah, agar para siswa berakhlaqul karimah seperti apa yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu, sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus yang beradab dan berakhlak mulia.

Mohammad Zulfi , salah satu siswa Kelas 11k, mengaku merasa asing terkait kajian kitab kuning pada pondok ramadan kali ini.

“Karena saya dari pertama sekolah negeri tidak tahu apa itu kitab kuning, Alhamdulillah, di sini saya jadi tahu isi kitab kuning yang baru saja kita pelajari bersama,” ujarnya.

Zulfi menyebut, kesulitannya dalam mengaji kitab kuning adalah karena berbahasa arab, namun karena penjelasan dari guru pembimbing sangat gamblang, akhirnya ia cepat memahami.

Menurutnya, pelajaran kitab kuning ini penting sekali, terutama dari kalangan siswa sekolah umum, dikarenakan isinya tentang akhlak dan bagaimana beradab yang baik kepada sesama terutama kepada guru.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *