Terkini

Berakhir Ricuh, Pengajian Ustaz Riza Basalamah di Surabaya, Dibubarkan

894
×

Berakhir Ricuh, Pengajian Ustaz Riza Basalamah di Surabaya, Dibubarkan

Sebarkan artikel ini
Ustaz Riza Basalamah
Foto hasil tangkapan layar HP

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Pengajian Ustaz Syafiq Riza Hasan Basalamah di Masjid Assalam Purimas, Gunung Anyar berakhir ricuh.

Pasalnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya menolak kehadiran Surabaya, Kamis (22/2/2024) pukul 18.30 WIB.

Scroll untuk melihat berita

Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gunung Anyar, M Asyiqun Nahdli mengatakan, alasannya menolak pengajian karena pihaknya tak ingin wilayah Gunung Anyar terpecah belah dengan kehadiran ustaz yang diduga dari kelompok radikal kelahiran dari Kota Jember, Jawa Timur.

Penolakan tersebut dilakukan karena Ustaz Syafiq Riza Hasan Basalamah diduga terindikasi berasal dari kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) – yang sudah dibubarkan pemerintah karena ceramahnya bersifat provokatif dan adu domba.

“Banser sebuah jembatan masyarakat, kita hanya menjembatani. Kami tidak ingin wilayah kami tercoreng dan terpecah belah,” ungkap M Asyiqun Nahdli kepada beritabangsa.id.

Ia menyebut, sebenarnya sebelum pengajian berlangsung GP Ansor Gunung Anyar telah mencegah pengurus masjid agar tidak menggelar pengajian yang mendatangkan Ustaz Riza Syafiq Hasan Basalamah.

“Ceramahnya bersifat provokatif dan adu domba, cenderung menimbulkan ujaran kebencian dan dapat memecah belah kerukunan umat Islam khususnya di wilayah Gunung Anyar,” ungkapnya.

Penolakan tersebut dilakukan saat pemberitahuan pengajian disebar pada dua hari sebelum kegiatan berlangsung.

“Pemberitahuan pengajian H – 2 langsung kita tolak,” tegasnya.

GP Ansor Gunung Anyar kemudian membawa pengurus masjid untuk datang ke Kepolisian Sektor Gunung Anyar.

Mereka diminta untuk menandatangani perjanjian agar tidak menggelar pengajian.

“Untuk tidak melaksanakn dan tidak dilakukan acara pengajian. Tetapi tetap dilaksanakan pengajian dilaksanakan melangar perjanjian,” terangnya.

Karena pengajian tetap dilaksanakan, GP Ansor Gunung Anyar kemudian bergerak ke masjid untuk menolak pengajian.

Aksi saling dorong dan adu pukul tidak bisa dihindari
antara GP Ansor dengan pengurus dan jemaah masjid saat terjadi keributan.

“Perjanjian tersebut diingkari teman-teman dari Banser tersulut emosi banyak teman-teman Banser yang teraniaya, teman-teman Banser ini banyak banget yang menjadi korban. karena jumlah mereka sangat banyak,” kata dia.

Sedangkan wilayah Gununganyar adalah gudangnya pesantren dan ulama dengan karakter Nahdliyin.

Jika diusik maka pasti akan muncul konflik di masyarakat.

“Kita perlu melakukan penolakan secara dini karena dapat menganggu keharmonisan di wilayah Gununganyar,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *