Seni Budaya

Ruwatan Wayang Topeng Ki Purwo Jatiduwur 2025 Digelar Khidmat

57
×

Ruwatan Wayang Topeng Ki Purwo Jatiduwur 2025 Digelar Khidmat

Sebarkan artikel ini
Suasana Ruwatan dan Penampilan Tari Klono pada Jagongan Budaya di Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Minggu (20/07).

Pasca itu, Gus Hakim, yang memimpin tawasul fatikah dan doa. Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa kehadiran duriyah dan masyarakat ke Punden ini adalah dalam rangka menghormat atas hasil cipta, karsa dan rasa dari leluhur yang hingga kini masih terawat baik.

Yang kedua, bahwa Ki Purwo diyakini sebagai pejuang budi pekerti di jalan Allah atau fisabilillah dan tergolong mereka yang belum mati, sesuai Alquran surah Al Baqoroh ayat 154.

Ketiga, bahwa di Punden adalah lokasi pertapaan, yang memiliki pusaran energi alam wujud ciptaan Allah, sehingga duriyah wajib bersyukur dan membawa sedekah, berupa tumpeng.

Usai dibacakan doa dan kirim fatikah, prosesi ritual dilanjutkan dengan tarik kupat luar. Tradisi ini sangat penuh makna, di sana ada kupat luar yang diisi beras kuning dan uang logam, ditarik dua orang berhadap hadapan setelah lantunan solawat Nabi.

“Allahumma sholli ala sayyidina Muhammaaad,” ujar Gus Hakim, diikuti tarikan kupat luar, yang janurnya kembali utuh meski ditarik dua orang dari sisi berlawanan.

Prosesi ritual pun selesai. Gus Hakim, dalam pesannya berharap makanan tumpeng adalah wujud rasa syukur, dan sedekah bumi. Dengan penuh rasa cinta kepada Allah, ritual ini dilaksanakan dengan lancar tanpa kendala.

“Satu ritual yang belum bisa kita laksanakan di dua kali festival Ki Purwo Heritage ini adalah menari tarian asli karya Ki Purwo, Tari Kelono. Semoga tahun depan sudah bisa. Yaa. Karena lokasi tanah tak rata, dan banyak rumput tinggi belum dibersihkan,” ujarnya.

Dengan demikian prosesi ruwatan dan ritual cuci topeng telah dilaksanakan, wujud mengawali pembukaan Ki Purwa Heritage Festival 2025 vol II, yang akan berisi penampilan qosidah ibu ibu jemaah pengajian Sabilil Muttaqien, tarian Kelono anak massal, tari topeng massal, kuliner, seni musik, drama, kentrung, musik religi dan pameran benda kuno dan pusaka, yang akan dilaksanakan 3 bulan ke depan.

“Mohon doa restu, duriyah Ki Purwo, dan Yayasan Sanggar Seni Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, diberi kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan usaha pelestarian,’nguri -uri’ Wayang Topeng Ki Purwo,” pungkas Gus Hakim, yang juga pegiat Masyarakat Adat Nusantara ini.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60