BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Sanggar seni Wayang Topeng Jatiduwur, Tri Purwo Budoyo, melaksanakan ruwatan rutin setiap bulan Asyuro (Suro). Kali ini digelar pada Minggu (20/7/2025) dengan penuh khidmat oleh pewaris duriyat dari Ki Purwo, Sulastri Widiyanti, yang juga Ketua Yayasan Sanggar Seni Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo.
Prosesi ruwatan dimulai sejak setelah salat Subuh, berisi khotmil Alquran, bersama masyarakat setempat. Di sana ada jemaah pengajian Sabilul Muttaqien, dan Paguyuban Kreatif Panji Sekartaji Jati Purwo.
Setelah dibacakan Alquran, seluruh duriyah dari Ki Purwo, digawangi Haji Abdullah Soekarto, Hajjah Sulastri Widiyanti, dan Sunarsih. Ketiganya, meneruskan pengampu dan pewaris dari Hajjah Sumarni, yang baru meninggal.
Selanjutnya, prosesi ruwatan untuk menghormat warisan leluhur itu dilakukan “pencucian” topeng yang berjumlah 33 karakter tersebut. Sekaligus mengikuti adat leluhur yang memberi sandingan, tumpeng, dan pembakaran dupa atau kemenyan.
Proses ruwatan dipimpin Gus Hakim, yang juga duriyah dari Ki Purwo. Setelah ruwatan ritual dilaksanakan, ada jeda beberapa jam sebelum melakukan ziarah ke makam Ki Purwo dan Punden, yang diyakini sebagai bekas lokasi pertapaan Ki Purwo, dengan acara Jagongan Budaya.
Dalam Jagongan Budaya itu, juga diisi tarian Kelono dari duriyah Ki Purwo. Hadir dalam jagongan budaya itu sosok Budayawan Jombang, Nasrul Illah atau Cak Nas (adik dari Emha Ainun Najib, Cak Nun), Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Suwignjo, MM, Kepala Desa (diwakili Kapala Kampung Muadi), Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Jombang, Arief Yulianto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kabid Kebudayaan Heru Cahyono, dan Akademisi Universitas Negeri Surabaya, Doktor Setyo Yanuartuti, masyarakat, kepala sekolah MI setempat, dan beberapa tokoh desa setempat.
Dalam jagongan budaya pagi itu, muncul inisiatif untuk menjadikan Desa Jati Duwur menjadi Kampung Panji. Hal itu mengingat Desa Jatiduwur merupakan cikal bakal kesenian Wayang Topeng yang berbasis cerita Panji.
“Semua berawal dari sini, maka sanggar ini memperjuangkan jadi kampung Panji,” ujar Cak Nas, Minggu (20/7/2025) di jagongan budaya dengan tema “Wayang Topeng Ki Purwo, Ajaran Budi Pekerti, Generasi Mandiri dan Arus Globalisasi,”
Untuk diketahui, Wayang Topeng Jatiduwur merupakan wayang topeng peninggalan tokoh dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang bernama Ki Purwo.
Dalam lakonnya, wayang topeng ini menceritakan tentang sosok Raden Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji. Wayang Topeng ini diperkirakan dibuat pada masa Majapahit.
“Kami harap ke depan Desa Jatiduwur ini bisa menjadi Kampung Panji,” tegas Cak Nas, diamini para peserta dan tokoh.
Cak Nas juga mengatakan Desa Jatiduwur, yang dimotori oleh Gus Hakim, Yayasan Tri Purwo Budoyo, dan kelompok masyarakat lain bersama-sama menanam pohon-pohon sebagai bahan baku pembuatan topeng, semisal Waru Senu, Mentaos dan Kayu Kembang.


















