Seni Budaya

Pegiat Seni Digembleng Ilmu Skenario Lewat Workshop Teater Jombangan

1
×

Pegiat Seni Digembleng Ilmu Skenario Lewat Workshop Teater Jombangan

Sebarkan artikel ini
Teater Jombangan
Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jatim, Kemenbud RI di Trowulan, Vera Fenniwaty Wailandauw

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Puluhan pelaku seni di Kabupaten Jombang mengikuti Workshop Teater Jombangan yang digelar di aula terbuka Dinas P & K (Pendidikan dan Kebudayaan) setempat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu (13/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026), dengan melibatkan berbagai unsur pelaku seni, pelajar, hingga pegiat budaya lokal.

Workshop ini diselenggarakan oleh Nasrul Ilah melalui pendanaan program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan RI. Program ini dirancang sebagai motor penggerak pemajuan kebudayaan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global melalui penguatan ekosistem seni daerah.

Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari kalangan seniman, tetapi juga pelajar, guru pendamping seni, serta penggerak budaya lokal di Jombang. Sejumlah perwakilan kesenian tradisional seperti Wayang Topeng Jatiduwur dan Sandur Manduro turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta menerima berbagai materi seputar dunia teater dari narasumber berpengalaman. Materi pengantar teater disampaikan oleh Catur Budi Setyo dari Teater Suket Indonesia, sementara sesi latihan teater dan dramaturgi dibawakan oleh Cucuk Espe dari Teater Kopi Hitam.

Adapun Nasrul Ilah memberikan materi tentang struktur cerita. “Di akhir acara yang ditutup besok, masing-masing kelompok akan menampilkan teater,” ujar Nasrul Ilah.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Vera Fenniwaty Wailanduw. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional.

“Saya mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Bu Endah, yang hari ini sedang rapat dengan Kementerian Kebudayaan. Dana IndonesiaRaya untuk mendukung pelestarian kebudayaan Indonesia. Ini sebagai bentuk negara menghargai keragaman. Diberikan kepada kelompok maupun perorangan. Semoga workshop ini berjalan dengan lancar,” ujar Vera.Teater Jombangan

Nasrul Ilah menegaskan bahwa Workshop Teater Jombangan telah lama direncanakan, seiring dengan perhatiannya terhadap perkembangan teater rakyat di Jombang. Menurutnya, Kabupaten Jombang memiliki kekayaan tradisi teater yang hidup dan terus berkembang dari generasi ke generasi.

Ia menyebutkan sejumlah tokoh dan perkembangan seni di Jombang, mulai dari Pak Santik yang menciptakan seni lerok, berkembang menjadi seni besut, hingga meluas menjadi ludruk sebagai bentuk seni pertunjukan yang lebih terbuka.

“Lama-lama seni besut ingin lebih luas. Hingga akhirnya muncul seni ludruk yang bisa menampung hal yang lebih luas. Ini merupakan entitas seni tradisional yang khas Jombangan,” ujar Cak Nas yang juga budayawan Jombang ini.

Selain itu, berkembang pula kesenian bernuansa Islami seperti Gambus Misri yang menampilkan lakon-lakon dari Timur Tengah. Berbagai bentuk kesenian tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas budaya Jombang yang beragam.

Ia juga menyoroti keberadaan budaya panji Jombangan seperti Wayang Topeng Jatiduwur dan Sandur Manduro yang masih bertahan hingga kini. Menurutnya, teater Jombangan memiliki karakter berbeda dengan teater modern karena lebih menekankan improvisasi.

“Proses mengangkat lakon merupakan hasil rundingan atau musyawarah. Bukan naskah tertulis yang bersifat kaku. Jadi teater Jombangan itu tidak kenal naskah. Naskah hanya bersifat treatmen. Hanya catatan kecil adegan yang sangat singkat. Para pemain sudah hafal masing-masing lakon tersebut,” ujarnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60