BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Ada pemandangan menarik di stand nomor 10 Bazar Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang digelar di Alun-alun Kota Lumajang pada 18–20 Juli 2025. Di tengah keramaian, sekelompok mahasiswa dari Universitas Brawijaya (Unibraw) mendampingi UMKM konsultasi halal.
Tim dari Koperasi Pemasaran Mitra Nusa Mandiri, kerjabareng Kantor Cabang Halal Center Cendekia Muslim (HCCM) Lumajang membantu pelaku UMKM mengurus sertifikat halal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unibraw di Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang.
Koordinator mahasiswa KKN, Ahmad Hisyam, menyebut kehadiran layanan konsultasi halal di lokasi bazar sangat membantu pelaku usaha lokal.
“Kami mendampingi banyak pelaku usaha. Konsultasi halal ini sangat mempermudah mereka mengurus sertifikasi produk. Ini langkah awal yang penting,” kata Hisyam.
Menurut Achmad Fuad Afdlol, Kepala Kantor Cabang HCCM Lumajang, layanan ini dihadirkan sebagai bentuk respon terhadap tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi dan pendampingan seputar produk halal.
“Kami melihat banyak pelaku usaha yang belum tahu bagaimana proses sertifikasi halal. Padahal, ini penting bukan hanya untuk kepatuhan syariat, tapi juga untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas,” ujarnya.
Fuad menjelaskan konsultasi halal memiliki manfaat besar, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Bagi pelaku usaha, layanan ini membantu mereka, memastikan produk sesuai standar halal dan syariah, meningkatkan efisiensi produksi, mendukung proses sertifikasi halal secara menyeluruh, meningkatkan reputasi bisnis dan daya saing, membuka akses ke pasar baru, termasuk ekspor dan mengurangi risiko produk tidak lolos sertifikasi.
Sementara bagi konsumen, konsultasi halal memberikan jaminan kehalalan produk, perlindungan dari bahan haram, serta rasa aman dan nyaman dalam beribadah.
Bahkan, kata Fuad, mengonsumsi makanan halal dapat meningkatkan keimanan dan gaya hidup sehat.
“Konsultasi halal punya peran strategis. Ini bukan hanya soal label, tapi tentang edukasi, kepercayaan, dan keberlanjutan usaha,” tutup Fuad.
Kolaborasi mahasiswa KKN, koperasi, dan HCCM ini menjadi contoh sinergi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan UMKM halal di Lumajang.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















