Opini

The Philosopher King, Mengkaji Watak Pemimpin dalam Teori Keadilan dan Sistem Kasta

93
×

The Philosopher King, Mengkaji Watak Pemimpin dalam Teori Keadilan dan Sistem Kasta

Sebarkan artikel ini
The Philosopher King,
Fajar SH Inisiator Kamisan Dialogika

BERITABANGSA.ID – LANSKAP identitas Pilkada kali ini cukup menggelitik kuriositas sebagai pemilih. Dari sekian banyak nama dan gambar bakal calon yang terpampang di ruang publik yang kini telah menjadi polusi ekologi kota, tak satu pun yang dapat memberi petunjuk—siapa akan berhadapan dengan siapa.

Nuansa senyap sekaligus menegangkan ini, patut dicurigai bahwa perebutan kursi kepala daerah adalah diagram vena atau episode lanjutan dari kontestasi Pilpres kemarin.

Jika dianalogikan tubuh seorang raja, sebuah mahkota yang tersemat di kepala raja hanya akan memiliki arti jika kepala itu masih terhubung dengan tubuh, tangan dan kakinya.

Jika premis tersebut bisa diterima, maka anteseden politik nasional bisa dijadikan landasan pemikiran untuk memprediksi keadaan yang akan terjadi nanti.

Maju satu langkah ke depan, menilik ruang demi ruang di dalam masing-masing kamar partai, nuansa senyap yang dirasakan masyarakat saat ini tentu tidak sama dengan dinamika yang berlangsung di internal partai.

Antagonisme politik, lobi-lobi nir-agenda ideologis, praktik patronase, kilentalisme dan segala jenis dosa besar dengan status najis mughalladzah yang mengharuskan mereka melakukan “mandi wajib nasional” akan berkumpul.

Dalam peristiwa tersebut, karena yang kemarin kalah pasti tidak ingin merasakan kekalahan lagi sedangkan yang menang akan mempertahankan posisinya agar tetap di atas.

Meskipun demikian, nuansa senyap ini memberi sedikit keuntungan di pihak masyarakat untuk melakukan refleksi memikirkan klasifikasi sosok pemimpin yang akan diberi mandat untuk menentukan nasib mereka lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *