Rani mengaku, ia tidak memiliki pengalaman langsung di bidang Organization Development & Cost Control, bahkan tidak terlalu aktif berorganisasi.
Namun, UT memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang jurusan.
Melihat peluang tersebut, Rani mengoptimalkan CV yang dia miliki dengan mencantumkan sejumlah prestasinya.
Sebelum ini, Rani meraih Gold Medal dan The Winner of Business Best Idea Award di ajang International Youthpreneur Competition 2024, 1st Winner Business Planning di ajang KOPMA UNUSA, 1st Winner P2MW KMI oleh Kemdikbudristek di Bidang Produksi/Budidaya, serta menjuarai 10 kompetisi lain terkait inovasi dan bisnis.

“Kemungkinan besar, sertifikat kejuaraan selama ini yang menjadi faktor saya lolos MSIB di UT bagian Organization Development & Cost Control meski minim pengalaman. Oleh karena itu, selama di divisi ini, saya terlibat dalam project-project besar berbasis inovasi,” papar Rani.
Kendati demikian, menurut Rani berdasarkan pengalaman intern UT lainnya, tidak semua peserta MSIB UT menonjol di prestasi non-akademik.
Ada pula yang memiliki nilai akademik menjulang. Atau berbekal sertifikasi pelatihan, bootcamp, maupun kompetensi keahlian. Bahkan sekadar mencantumkan pengalaman organisasi yang relevan di CV.
Rani berpesan, optimalkan CV dengan mencantumkan sesuatu yang unggul dalam diri sendiri. Baik itu unggul di organisasi, kemampuan akademik, atau hal lain. Kemudian, persiapkan psikotes sedini mungkin dan banyak berlatih untuk sesi wawancara.
Kisah Rani merupakan inspirasi bagi para mahasiswa yang pesimis untuk lolos MSIB di top company. Ia menunjukkan dengan tekad, kerja keras, dan persiapan yang matang, tidak ada yang mustahil untuk diraih.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















