BERIRABANGSA.ID, SURABAYA – Transformasi pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang capaian akademik. Di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks, kebutuhan untuk memahami karakter, potensi, dan perkembangan psikologis peserta didik menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Di antara para praktisi yang konsisten mendorong pendekatan tersebut, nama Ani Christina, S.Psi., M.M. menjadi salah satu figur yang menonjol. Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) ini telah mengabdikan lebih dari dua dekade perjalanan profesionalnya untuk memperkuat layanan psikologi di lingkungan pendidikan, mulai dari pengembangan sistem asesmen hingga literasi pengasuhan keluarga.
Perjalanan karier Ani tidak hanya berkembang di ranah profesional, tetapi juga dalam pengabdian sosial. Sejak 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Alumni Psikologi Universitas Airlangga (APSILANGGA) periode 2025–2030.
Posisi tersebut memberinya ruang lebih luas untuk menggerakkan jejaring alumni agar berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program-program berbasis keilmuan psikologi.
Bagi Ani, psikologi bukan sekadar disiplin ilmu yang berkutat pada layanan konseling. Lebih dari itu, psikologi memiliki kemampuan strategis untuk membantu lembaga pendidikan memahami manusia secara lebih utuh, mulai dari potensi, karakter, hingga arah pengembangannya.
Komitmen tersebut tercermin dalam aktivitas profesional yang masih dijalaninya hingga kini. Sejak Januari 2022, Ani menjabat sebagai Koordinator Penelitian dan Pengembangan serta Sumber Daya Manusia di Alfath Preschool.
Di saat yang sama, ia juga aktif sebagai fasilitator pelatihan di Biro Psikologi Exensia Creativa dan konsultan pendidikan pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Psikologi sejak 2021.
Pengalaman panjang di bidang psikologi pendidikan mengantarkannya pada berbagai proyek strategis yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah keberhasilannya merancang sistem asesmen dan pemetaan potensi yang kini digunakan oleh sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia.
Hingga saat ini, lebih dari sepuluh institusi pendidikan telah mempercayakan penyusunan sistem seleksi siswa maupun pemetaan potensi guru kepada dirinya.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya memperoleh gambaran kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai aspek psikologis yang memengaruhi proses belajar dan pembentukan karakter.
“Ilmu psikologi sangat aplikatif ketika dipakai untuk memetakan manusia. Kita membantu lembaga-lembaga itu untuk membuatkan peta input dan peta perkembangan. Selama ini sekolah fokus memetakan aspek akademik, padahal asesmen aspek psikologis sangat mendukung pendidikan karakter,” ujarnya.


















