BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap peredaran minuman keras (miras) di wilayah Bumi Arya Wiraraja. Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan penggerebekan ke sejumlah toko yang diduga menjual minuman beralkohol, Minggu (14/6/2026) malam ini.
Dalam operasi tersebut, sedikitnya dua toko penjual miras berhasil ditemukan dan langsung ditindak oleh tim gabungan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Bunda Indah tidak akan memberikan ruang bagi peredaran minuman keras yang dinilai berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu ketertiban masyarakat.
“Kami tidak mengizinkan miras beredar di Kabupaten Lumajang, meskipun pemilik akan mengurus perizinannya. Malam ini sudah ada dua toko yang kami tindak. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan generasi muda,” tegas Bunda Indah saat memimpin langsung sidak tersebut kepada sejumlah wartawan.
Langkah Bupati yang turun langsung ke lapangan sontak menjadi perhatian masyarakat. Sebab, selama ini peredaran miras kerap menjadi sorotan lantaran dianggap sebagai salah satu pemicu tindak kriminalitas, perkelahian, kecelakaan lalu lintas hingga berbagai gangguan keamanan lainnya.
Ini sebuah ultimatum keras untuk pedagang miras. Bunda Indah tidak hanya memberikan peringatan. Ia bahkan melontarkan ultimatum keras kepada para pemilik toko yang masih nekat menjual minuman keras secara ilegal di Lumajang.
Menurutnya, jika masih ditemukan pelaku usaha yang membandel dan tetap memperdagangkan miras, maka proses penindakan akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau masih ada yang ngeyel menjual miras, saya serahkan sepenuhnya kepada Kapolres Lumajang. Disita semua barang-barangnya dan tokonya ditutup. Sanksinya ya sesuai hukum yang berlaku, karena aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha yang selama ini diduga masih bermain-main dengan peredaran minuman beralkohol di wilayah Lumajang.
Kapolres diminta bertindak tegas. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat kepolisian untuk memberantas peredaran miras hingga ke akar-akarnya.
Bunda Indah menilai upaya pencegahan tidak akan efektif tanpa dukungan penuh dari aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan melakukan penyitaan, penutupan usaha hingga proses hukum terhadap pelanggar.
Dengan pelimpahan kewenangan penindakan kepada Kapolres Lumajang, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi celah bagi peredaran miras yang selama ini beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
Masyarakat diminta mendukung penertiban. Kebijakan tegas Bupati Lumajang tersebut mendapat respons positif dari sejumlah warga. Mereka menilai langkah itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keamanan lingkungan dan perlindungan generasi muda dari dampak negatif minuman keras.
Sejumlah warga yang menyaksikan operasi malam itu bahkan berharap penertiban tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi menjadi agenda rutin sehingga peredaran miras benar-benar bisa ditekan.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah tidak hanya menyasar penjual, tetapi menelusuri jaringan pemasok yang selama ini memasok minuman keras ke sejumlah toko di wilayah Lumajang.
Komitmen menjaga Bumi Arya Wiraraja. Penggerebekan yang dipimpin langsung Bupati Lumajang menjadi pesan kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah mengambil posisi tegas terhadap berbagai aktivitas yang dinilai merusak ketertiban sosial.
Dengan turun langsung ke lapangan, Bunda Indah menunjukkan bahwa perang terhadap peredaran miras bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang akan terus dikawal hingga Lumajang benar-benar terbebas dari praktik penjualan minuman keras yang melanggar ketentuan.
“Ini bukan sekadar penertiban. Ini adalah upaya menjaga Lumajang agar tetap aman, nyaman, dan menjadi tempat yang baik bagi generasi penerus,” pungkas Bunda Indah.


















