BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Lahirnya Pappa Lemon, produk sabun pencuci peralatan dapur dan makan asal Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Produk inovatif yang digagas guru tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan mampu melahirkan karya yang tidak hanya bermanfaat di ruang kelas, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pappa Lemon merupakan salah satu karya inovasi yang berkembang melalui Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG), sebuah program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mendorong lahirnya guru-guru kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha.
Prestasi Pappa Lemon yang berhasil menembus nominasi 40 besar PROTEG menjadi sinyal bahwa potensi inovasi para guru di Jawa Timur terus berkembang dan layak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas lahirnya Pappa Lemon sebagai salah satu hasil nyata dari pelaksanaan PROTEG.
“Kami mengapresiasi lahirnya Pappa Lemon sebagai salah satu karya inovatif guru yang tumbuh melalui Program Terapan Ekonomi Guru atau PROTEG yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” ujar Aries kepada wartawan, Rabu (5/8/2026) via chat WhatsApp.
Menurutnya, PROTEG dirancang bukan sekadar meningkatkan kompetensi akademik guru, melainkan juga membangun karakter pendidik yang kreatif, adaptif, serta mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kewirausahaan.
“PROTEG kami hadirkan untuk mendorong para guru agar tidak hanya menjadi penggerak pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya lagi.
Aries menilai keberhasilan Pappa Lemon masuk dalam nominasi 40 besar merupakan bukti bahwa guru memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berpotensi membuka peluang usaha baru.
“Keberhasilan Pappa Lemon masuk dalam nominasi 40 besar membuktikan bahwa guru memiliki potensi besar untuk melahirkan produk berkualitas, bernilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru,” katanya.
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah prestasi lomba, tetapi terus berkembang menjadi produk unggulan yang mampu memperkuat ekonomi daerah.
“Kami berharap Pappa Lemon terus berkembang, memperkuat kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menjadi salah satu produk lokal unggulan Kabupaten Lumajang yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Aries.
Lebih jauh, Aries menegaskan bahwa semangat yang dibangun melalui PROTEG adalah menghadirkan guru sebagai agen perubahan yang mampu menginspirasi masyarakat melalui karya nyata.
“Semangat seperti inilah yang ingin terus kami tumbuhkan melalui PROTEG, yaitu guru yang berkarya, mandiri, inovatif, dan mampu menjadi inspirasi bagi murid serta masyarakat di sekitarnya. Ketika guru berani berinovasi dan mengembangkan potensi ekonomi, maka pendidikan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan moral bagi pelaku inovasi di daerah, khususnya para guru, agar tidak ragu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran Pappa Lemon menunjukkan bahwa inovasi dari lingkungan pendidikan mampu melahirkan produk yang memiliki daya saing sekaligus memperkuat identitas produk lokal Lumajang.
Dengan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, inovasi seperti Pappa Lemon diharapkan menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak produk unggulan berbasis kreativitas guru yang mampu mengangkat perekonomian daerah sekaligus membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional hingga pasar internasional.


















