Kriminal

Residivis Jambret Kembali Beraksi, Curi Meteran PDAM di Delapan Lokasi Surabaya

13
×

Residivis Jambret Kembali Beraksi, Curi Meteran PDAM di Delapan Lokasi Surabaya

Sebarkan artikel ini
Residivis

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Seorang pria berinisial MS, 23 tahun, diamankan warga setelah tertangkap tangan mencuri meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Jalan Bulak Rukem, Surabaya.

Aksi pencurian tersebut dilakukan pada siang hari, saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat.

MS, warga Jalan Wonosari Tegal, Surabaya, kemudian diserahkan ke Polsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi menyatakan pelaku melakukan pencurian dengan pemberatan dengan memanfaatkan kondisi lingkungan yang relatif sepi.

Kapolsek Semampir AKP Herry Iswanto, melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, menjelaskan bahwa tersangka mencabut meteran air menggunakan sejumlah peralatan yang telah dipersiapkan, di antaranya tang, kunci pas, dan kunci inggris.

“Tersangka beraksi saat pemilik rumah sedang keluar. Lingkungan sekitar tampak sepi, sehingga ia mengira aksinya tidak akan diketahui,” ujar Herry, Kamis (25/12/2025).

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas.

Namun, gerak-gerik MS ternyata terpantau oleh warga sekitar. Saat sedang beraksi, ia langsung diamankan dan dibawa ke Balai RT setempat sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas kepolisian.

Korban baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari kakak iparnya. Saat itu, korban sedang berkunjung ke rumah orang tuanya. Pencurian diketahui setelah meteran air di rumah korban hilang dan pasokan air terganggu.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkapkan bahwa MS merupakan residivis kasus penjambretan. Ia mengaku telah melakukan pencurian meteran PDAM di sejumlah lokasi lain di Surabaya.

Lokasi yang diakui pelaku antara lain Bulak Sari, Tanah Merah, Bulak Banteng, Wonosari Wetan, Wonosari Lor, Mrutu Kalianyar, Tenggumung Wetan, serta Bulak Rukem. Dengan demikian, total terdapat delapan lokasi pencurian yang diakui tersangka.

“Pengakuan sementara tersangka sudah melakukan pencurian di delapan lokasi. Informasi ini masih kami dalami untuk pengembangan kasus,” kata Herry.

Polisi menilai maraknya pencurian meteran air tidak hanya merugikan warga secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada terganggunya layanan air bersih.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar permukiman.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60