Di sisi lain, program KKN ITS di Gebang juga menyentuh persoalan pengelolaan lingkungan. Mahasiswa menjalankan program pengumpulan dan pemilahan sampah yang diarahkan untuk memperkuat sistem bank sampah di tingkat masyarakat.
Reza mengatakan program tersebut telah menunjukkan perkembangan dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya. Jika pada tahap awal mahasiswa memberikan contoh pengelolaan bank sampah, kini sejumlah RW di wilayah Gebang telah memiliki bank sampah secara mandiri.
“Dulu kita contohkan, sekarang per RW sudah memiliki bank sampah sendiri dan mereka bisa mandiri sehingga dalam hal ini bisa meningkatkan penghasilan dari bank sampah ini,” kata Reza.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, ITS memberikan fasilitas bank sampah yang dilengkapi alat press. Peralatan itu dirancang untuk mempermudah proses pengepresan sampah, terutama botol air mineral, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan tenaga yang lebih ringan.
Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan bank sampah. Mahasiswa ITS membuat sebuah website yang dapat digunakan untuk membantu pencatatan aktivitas pengelolaan sampah. Data yang dicatat antara lain berat sampah yang dikumpulkan serta omzet dari penjualan sampah.
Asisten Laboratorium Manufacturing System sekaligus mahasiswa semester 7 Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Nisrina Azzah Qonitah, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat kali ini mencakup edukasi digitalisasi publikasi, pengenalan e-commerce, dan pengenalan platform ITS Food kepada pelaku UMKM.

“Kami melakukan pendampingan dari awal hingga akhir terkait bagaimana cara mendaftar di ITS Food,” ujar Nisrina.
Menurut Nisrina, pendampingan dilakukan secara langsung agar pelaku UMKM tidak hanya mengetahui keberadaan platform tersebut, tetapi juga mampu menggunakannya secara mandiri.
Mahasiswa juga akan melakukan pemantauan secara bertahap setelah kegiatan berlangsung. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana teknologi yang diperkenalkan dapat digunakan dalam aktivitas usaha maupun pengelolaan bank sampah.
Dalam pengembangan ITS Food, kolaborasi menjadi bagian penting. Mahasiswa dan akademisi memberikan dukungan berupa gagasan, inovasi teknologi, serta pendampingan. Sementara pelaku UMKM tetap menjadi aktor utama yang menentukan bagaimana produk lokal dikembangkan dan dipasarkan.
Program KKN tersebut menempatkan digitalisasi sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas masyarakat. Bagi pelaku UMKM Gebang, teknologi diperkenalkan melalui kebutuhan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari memasarkan produk, membangun merek, mencatat transaksi hingga memperluas akses konsumen.















