BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat kerja sama internasional di bidang kesehatan melalui kolaborasi dengan Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Hospital Sultan Abdul Aziz Shah (HSAAS).
Kerja sama tersebut berfokus pada pengembangan layanan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi, khususnya dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan teknologi pemeriksaan kesehatan.
Kolaborasi yang melibatkan Program Studi D-IV Analis Kesehatan Unusa ini diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus mendorong pengembangan teknologi laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
Rangkaian kegiatan kolaborasi berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan melalui Webinar Internasional pada 29 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan puncak di Malaysia pada 7 September 2026.
Kegiatan puncak tersebut diikuti oleh 31 peserta yang terdiri atas 18 peserta dari Indonesia dan 13 peserta dari Malaysia. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, serta praktisi laboratorium kesehatan dari kedua negara.
Dalam kegiatan itu, para peserta melakukan diskusi dan pertukaran wawasan mengenai perkembangan teknologi pemeriksaan laboratorium patologi anatomi, termasuk praktik serta inovasi yang diterapkan di masing-masing negara.
Salah satu topik yang menjadi perhatian utama adalah teknologi pewarnaan ganda pada pemeriksaan imunohistokimia (IHK).
Teknologi ini dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan layanan laboratorium patologi anatomi karena dapat mendukung ketepatan pemeriksaan dan diagnosis penyakit, termasuk kanker.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Gilang Nugraha, S.Si., M.Si., mengatakan kolaborasi dengan UPM dan HSAAS memberikan kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi laboratorium untuk memperbarui pemahaman terhadap perkembangan teknologi pemeriksaan patologi anatomi.
“Kegiatan ini sangat relevan karena saat ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mendorong peningkatan pelayanan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi di berbagai daerah, terutama dalam mendukung kepastian diagnosis kanker,” ujar Gilang.
Menurut Gilang, kebutuhan terhadap tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang memiliki kompetensi di bidang patologi anatomi akan semakin meningkat seiring dengan penguatan layanan kesehatan dan pemeriksaan diagnostik di Indonesia.
“Ahli Teknologi Laboratorium Medik memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan laboratorium patologi anatomi. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pertukaran pengetahuan dan teknologi seperti ini menjadi sangat penting,” tambahnya.
Gilang menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dirancang sebatas sebagai kunjungan akademik atau pertukaran pengalaman, tetapi diharapkan berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi laboratorium.
“Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan kunjungan ke UPM dan HSAAS, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama riset dan pengembangan teknologi, khususnya dalam pelayanan laboratorium patologi anatomi,” katanya.
Ketua Unit Biologi Molekul dan Bioinformatik UPM, Dr. Suhaili binti Abu Bakar, menyampaikan bahwa pihak UPM juga berencana melakukan kunjungan balasan ke Unusa sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah berjalan.
“Kami juga akan berkunjung ke Unusa untuk melakukan pertukaran dan diskusi lebih lanjut mengenai pelayanan laboratorium patologi anatomi,” ujar Suhaili.
Kunjungan balasan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang diskusi, memperkuat hubungan kelembagaan, serta membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan teknologi kesehatan.
Kolaborasi Unusa dengan UPM dan HSAAS menjadi bagian dari upaya Unusa memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pendidikan kesehatan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan.
Kerja sama tersebut juga sejalan dengan kontribusi terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.


















