Pendidikan

Menteri Transmigrasi Apresiasi Inovasi ITS Bangun Kemandirian Masyarakat Papua Barat

1
×

Menteri Transmigrasi Apresiasi Inovasi ITS Bangun Kemandirian Masyarakat Papua Barat

Sebarkan artikel ini
ITS

BERITABANGSA.ID, MANOKWARI – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Dr Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memgapresiasi
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) karena inovasnya berbasis teknologi dalam menjawab persoalan nyata masyarakat Papua Barat.

Hal ini diungkapkan saat mendapat laporan saat kunjungan kerja di Distrik Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (12/9/2026).

TEP ITS melaporkan ada tiga program unggulan di Manokwari Selatan, yakni digitalisasi layanan publik di Distrik Ransiki, pengembangan energi baru dan terbarukan di Distrik Oransbari, dan penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Distrik Momi Waren.

Menteri Transmigrasi sempat berdialog langsung dengan masyarakat setempat untuk melihat dampak lanjutan dari berbagai inovasi itu.

Di Distrik Ransiki, TEP 05 membuat program digitalisasi layanan administrasi kependudukan, khususnya untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.

Ketua TEP 05 ITS Yogantara Satya Dharmawan, menjelaskan sebelumnya masyarakat masih harus datang langsung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ransiki untuk mengurus adminduk padahal
lokasi tinggal warga jauh dari pusat distrik. Masyarakat di Distrik Dataran Isim, misalnya, harus menempuh 100 kilometer atau waktu tempuh 2 jam 30 menit menuju Ransiki.

Proses pengurusan dokumen terkadang tidak selesai dalam satu hari.

Melalui sistem digital berbasis web oleh TEP 05 ITS, masyarakat kini dapat mengajukan permohonan pembuatan KK dan akta kelahiran melalui perangkat gawai. Warga cukup datang satu kali ke Ransiki untuk mengambil dokumen yang selesai diproses.

Program itu selanjutnya akan dikembangkan ke bidang pendidikan dan kesehatan melalui kerja sama dengan dinas terkait.

Untuk menjaga keberlanjutan program, TEP 05 ITS juga menyiapkan Tim Kader Patriot (TKP) serta pelatihan bagi masyarakat dan perangkat daerah sebagai pengelola program.

Sementara itu, kebutuhan energi masyarakat dijawab oleh TEP 08 ITS melalui pemanfaatan potensi lokal di Kampung Margorukun, Distrik Oransbari. Tim yang diketuai Dr Ir Arief Abdurrakhman ST MT mengembangkan reaktor biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak yang tersedia di wilayah tersebut.

Pengembangan energi alternatif ini berangkat dari persoalan masyarakat Kampung Margorukun yang menghadapi keterbatasan bahan bakar memasak. Minyak tanah semakin sulit diperoleh, sementara harga gas elpiji relatif mahal. Selain itu, Distrik Oransbari masih menghadapi gangguan pasokan listrik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, masyarakat Kampung Margorukun memiliki aktivitas peternakan sapi dengan sistem pemeliharaan dilepas bebas.

Menurut Arief, dengan pengelolaan yang tepat, kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi biogas untuk kebutuhan memasak sekaligus dikonversi menjadi energi listrik.

Melalui reaktor biogas yang dikembangkan bersama TEP 08 ITS, kotoran ternak diolah menjadi sumber energi alternatif.

Energi tersebut dapat digunakan untuk memasak dan dikonversi menjadi listrik melalui generator stasioner. Sisa pengolahan berupa bioslurry juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani padi.

Pada sektor pendidikan, TEP 03 ITS menghadirkan program penguatan literasi, numerasi, STEM, dan perilaku hidup sehat bagi siswa di Distrik Momi Waren. Program yang dipimpin Prof Subchan SSi MSc PhD tersebut telah berjalan melalui berbagai kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas pendidikan.

Anggota TEP 03 ITS Azizah menjelaskan bahwa tim secara konsisten mendampingi siswa agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang lebih baik. Selain pendampingan siswa, peningkatan kapasitas guru juga dilakukan melalui pelatihan Training of Trainers (ToT).

Untuk mendukung proses pembelajaran, TEP 03 ITS merancang modul literasi numerasi dan STEM yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Modul STEM tersebut dirancang untuk mengenalkan konsep pembelajaran berbasis sains dan teknologi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Dalam kunjungan Menteri Transmigrasi, TEP 03 ITS turut mendemonstrasikan penggunaan modul tersebut sekaligus melakukan serah terima simbolis sebanyak 3.000 modul literasi numerasi dan STEM.

Perwakilan guru SMA Negeri 1 Momi Waren, Eva, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan TEP ITS dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Manokwari Selatan. Guru SD dan SMP di Momi Waren juga telah menerima modul sekaligus pelatihan penggunaannya.

Berbagai program yang dipaparkan mendapat apresiasi dari Menteri Transmigrasi Iftitah. Ia menegaskan bahwa program transmigrasi harus mampu mendorong pemberdayaan masyarakat Papua sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Menurut Iftitah, transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lain, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk berkembang dan berdaya. Ia mengapresiasi kerja TEP ITS, terutama pembentukan Tim Kader Patriot (TKP) yang dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program setelah masa ekspedisi berakhir.

TKP yang terdiri atas masyarakat dan perangkat daerah setempat telah dibekali kemampuan untuk melanjutkan berbagai program sesuai kebutuhan wilayah. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi TEP ITS agar inovasi yang dikembangkan tetap berjalan setelah tim ekspedisi menyelesaikan tugasnya.

“Pembentukan TKP merupakan inisiatif yang sangat tepat, karena keberlanjutan program adalah yang paling penting,” ujar Iftitah.

Penguatan keberlanjutan program juga dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ITS, Universitas Papua (Unipa), dan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB). Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan Program Patriot melalui dukungan institusi pendidikan di wilayah Papua Barat.

Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus ST MT menjelaskan bahwa keterbatasan waktu dan jarak menjadi tantangan bagi ITS untuk memastikan keberlanjutan program secara langsung. Karena itu, ITS menggandeng Unipa dan UMPB sebagai mitra lokal yang dapat melanjutkan program yang telah berjalan.

Melalui pengembangan layanan publik berbasis digital, pemanfaatan energi terbarukan, serta penguatan pendidikan berbasis STEM, TEP ITS menjalankan pendekatan teknologi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat Papua Barat.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, pembangunan permukiman berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60