Pendidikan

Dua Siswa SMPN 1 Lumajang Juara 1 OMI 2026, Maju ke Tingkat Provinsi

1
×

Dua Siswa SMPN 1 Lumajang Juara 1 OMI 2026, Maju ke Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini
SMPN 1 Lumajang

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Negeri 01 Lumajang (Spensalu). Dua siswa terbaiknya, Zafran dan Nayla, berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar Spensalu. Tak hanya membawa nama baik sekolah, keberhasilan dua siswa tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan prestasi akademik di lingkungan sekolah terus menunjukkan hasil.

Kepala SMPN 01 Lumajang, Hasanuddin, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih anak didiknya tersebut.

“Alhamdulillah, hasil OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia) 2026, SMPN 01 Lumajang (Spensalu) berhasil. Zafran Juara 1 dan lolos Provinsi, Nayla juga Juara 1 dan lolos Provinsi,” ujar Hasanuddin kepada media ini, Senin (14/9/2026).

³Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan, kerja keras siswa, serta dukungan dan bimbingan para guru.

Hasanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah memberikan pendampingan kepada para siswa hingga mampu mencapai hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Terima kasih doa dan dukungannya, ibu bapak guru, atas bimbingannya,” ungkapnya.

Keberhasilan Zafran dan Nayla menjadi semakin istimewa karena keduanya tidak hanya berhasil meraih posisi teratas, tetapi juga memperoleh tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.

Artinya, perjuangan keduanya belum selesai. Predikat Juara 1 di tingkat sebelumnya kini menjadi modal sekaligus tantangan untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat Jawa Timur.

Di level provinsi, para peserta tentu akan datang dengan kemampuan terbaik dari masing-masing daerah. Karena itu, prestasi yang telah diraih Zafran dan Nayla menjadi pijakan penting untuk terus meningkatkan kemampuan.

Bagi sekolah, capaian tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat tradisi akademik dan budaya berprestasi.

Prestasi siswa tidak lahir secara instan. Di balik sebuah kemenangan terdapat proses panjang berupa pembinaan, latihan, pendampingan guru, kedisiplinan siswa, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga.

Prestasi Zafran dan Nayla juga menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik di ruang kelas. Ajang kompetisi menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan, mental, ketekunan, sekaligus keberanian menghadapi persaingan.

Karena itu, keberhasilan dua siswa Spensalu tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni pemberian penghargaan atau sekadar menambah koleksi piala sekolah.

Lebih jauh, capaian tersebut dapat menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk berani berkompetisi dan mengembangkan potensi masing-masing.

Bagi para guru, keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan. Sementara bagi sekolah, prestasi ini menjadi dorongan untuk terus menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan siswa berprestasi.

Kini perhatian tertuju kepada Zafran dan Nayla. Dua siswa tersebut telah menorehkan nama Spensalu sebagai Juara 1 OMI 2026. Tantangan berikutnya jauh lebih besar: membawa prestasi itu ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Doa dan dukungan keluarga besar Spensalu pun menjadi bekal penting bagi keduanya untuk kembali bertanding dan memberikan hasil terbaik.

Selamat kepada Zafran dan Nayla. Juara 1 sudah diraih. Perjuangan menuju tingkat provinsi baru saja dimulai.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60