Pendidikan

KKN ITS Kenalkan ITS Food, Percepat Digitalisasi UMKM di Kelurahan Gebang Surabaya

4
×

KKN ITS Kenalkan ITS Food, Percepat Digitalisasi UMKM di Kelurahan Gebang Surabaya

Sebarkan artikel ini
ITS
Penyerahan bantuan bank sampah secara simbolis kepada Lurah Gebang.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Transformasi digital tidak lagi sebatas pilihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana sebuah usaha menjangkau konsumen, membangun merek, dan mengembangkan pasar.

Kebutuhan itu menjadi perhatian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pengenalan ITS Food, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung pengembangan ekosistem usaha kuliner.

Platform tersebut diperkenalkan kepada pelaku UMKM dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa ITS dari Departemen Teknik Sistem dan Industri di Kelurahan Gebang, Surabaya, Jumat, 18 September 2026.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa berfokus pada edukasi dasar mengenai digitalisasi, kegiatan kali ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi yang lebih aplikatif untuk menunjang kegiatan usaha.

ITS Food dirancang sebagai platform yang mempertemukan pelaku UMKM kuliner dengan sejumlah layanan digital. Ekosistem tersebut mencakup pemasaran, pendampingan usaha, penguatan identitas produk, hingga akses terhadap informasi yang dapat menunjang pengembangan bisnis.

Melalui konsep “UMKM Gebang Go Digital!”, mahasiswa ITS mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Pengelolaan usaha, publikasi produk, komunikasi dengan konsumen, dan pemasaran menjadi bagian dari materi pendampingan.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan media sosial. Pelaku UMKM diperkenalkan pada penggunaan Instagram, TikTok, Facebook, dan berbagai kanal digital lain sebagai instrumen pemasaran.

Media sosial tidak hanya diposisikan sebagai tempat mengunggah foto produk. Pelaku usaha diarahkan untuk memproduksi konten yang informatif dan menarik, membangun identitas merek, serta menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan calon konsumen.

Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Ir. Reza Aulia Akbar, S.T., M.T., MBA, mengatakan terdapat perkembangan pengetahuan yang cukup signifikan di kalangan masyarakat Gebang, terutama pelaku UMKM, dibandingkan dengan kegiatan pada tahun sebelumnya.

“Kalau dilihat perkembangan dari tahun lalu tampak signifikan di bidang knowledge dari warga terutama para pelaku UMKM. Mereka yang sebelumnya tidak mengerti digitalisasi dalam usahanya, dengan adanya kegiatan dari mahasiswa ITS ini mereka bisa memahami,” ujar Reza.

Menurut dia, pelaku UMKM di Kelurahan Gebang mulai memahami bahwa digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan media sosial. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses pasar, memperkuat pemasaran, dan membangun kerja sama yang berpotensi meningkatkan omzet.

Pendekatan tersebut membuat pendampingan tidak semata-mata berorientasi pada pengenalan aplikasi. Mahasiswa juga membantu pelaku UMKM memahami bagaimana produk dapat dikemas secara digital sehingga memiliki daya tarik dan identitas yang lebih jelas di hadapan konsumen.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60