BERITABANGSA.ID, MADIUN – Di balik kesibukan rumah sakit, terdapat profesi yang jarang tersorot namun memiliki peran penting, yakni petugas kamar jenazah. Salah satunya adalah Nico (35), yang setiap hari bertugas mendampingi proses penanganan jenazah hingga dipulangkan kepada keluarga.
Bagi Nico, pekerjaannya bukanlah sesuatu yang menakutkan. Justru sebaliknya, profesi tersebut membuatnya lebih memahami bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
“Lebih banyak sukanya daripada dukanya. Kami jadi lebih dekat mengenal hari akhir. Kalau rasa takut atau hal-hal mistis, itu justru tidak ada,” ujar Nico, Selasa (07/07/2026).
Setiap hari, Nico bersama rekan-rekannya menerima jenazah pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia. Setelah pihak keluarga menyelesaikan administrasi di rumah sakit, jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah untuk menunggu ambulans yang akan mengantarkan ke rumah duka atau lokasi pemakaman.
Meski telah terbiasa menghadapi jenazah, Nico mengaku tetap merasakan kesedihan, terutama saat menyaksikan keluarga yang kehilangan orang tercinta.
“Dukanya itu ketika melihat keluarga pasien menangis saat menunggu ambulans untuk membawa pulang jenazah. Momen itu yang paling menyentuh,” tuturnya.
Menurut Nico, menjadi petugas kamar jenazah bukan hanya soal menjalankan tugas, tetapi juga memberikan pelayanan terakhir dengan penuh rasa hormat kepada pasien yang telah meninggal dunia serta memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengantar kepergian orang yang mereka cintai.
Profesi yang kerap dipandang sebelah mata ini, kata Nico, justru mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari keikhlasan, empati, hingga kesadaran bahwa hidup setiap manusia memiliki batas waktu.
Dengan dedikasi tersebut, petugas kamar jenazah menjadi bagian penting dari pelayanan rumah sakit, memastikan setiap jenazah ditangani secara layak, manusiawi, dan penuh penghormatan hingga kembali ke pangkuan keluarga.


















