Terkini

Tangis dan Tawa Pecah di Mopic Lumajang, Film Foufo Hidupkan Budaya Madura

1
×

Tangis dan Tawa Pecah di Mopic Lumajang, Film Foufo Hidupkan Budaya Madura

Sebarkan artikel ini
Film FOUFO
Sejumlah pemain film Foufo saat bertemu dengan penonton.

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Suasana Meet and Greet film Foufo di Mopic Cinemas Lumajang, Selasa (7/7/2026), berubah menjadi lautan haru sekaligus tawa. Ratusan penonton yang memadati bioskop tak hanya ingin bertemu para pemain, tetapi juga larut dalam kisah menyentuh yang mengangkat budaya Madura dan perjuangan seorang anak yang bercita-cita memberangkatkan ibunya menunaikan ibadah haji.

Keunikan film ini semakin terasa dengan hadirnya kesenian khas Madura, yakni tarian RK yang biasa ditampilkan dalam acara pernikahan dan selamatan. Tarian yang dimainkan maksimal delapan orang tersebut menjadi salah satu identitas budaya yang memperkuat nuansa Madura sepanjang film.

Film Foufo tidak sekadar menghadirkan hiburan. Cerita yang mengangkat bakti seorang anak kepada ibunya berhasil menyentuh emosi penonton dari berbagai kalangan. Gelak tawa yang menghiasi sejumlah adegan seketika berubah menjadi keheningan saat kisah perjuangan ekonomi keluarga mulai tersaji.

Salah satu penonton, Irfan, warga Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, mengaku sangat tersentuh setelah menyaksikan film tersebut.

“Film ini benar-benar bikin saya terharu. Ceritanya dekat dengan kehidupan masyarakat. Perjuangan seorang anak yang ingin memberangkatkan ibunya haji sangat menyentuh hati,” ujar Irfan.

Antusiasme masyarakat juga datang dari Kecamatan Pronojiwo. Seorang penonton bahkan memilih duduk di barisan paling depan agar bisa melihat langsung para pemain yang hadir dalam acara Meet and Great.

“Saya sengaja duduk paling depan supaya bisa melihat pemainnya lebih dekat. Filmnya lucu, banyak adegan yang menghibur, tapi juga2 penuh makna,” ungkapnya.

Sementara itu, Kiki, warga Kecamatan Tekung, mengaku kisah dalam film tersebut mengingatkannya pada pengalaman pribadi keluarganya.

“Saya benar-benar terenyuh. Cerita di film ini hampir sama dengan pengalaman keluarga kami saat ingin memberangkatkan orang tua haji, tetapi terkendala biaya. Rasanya seperti melihat kisah sendiri di layar bioskop,” katanya.

Film Foufo dinilai berhasil menghadirkan perpaduan budaya lokal Madura, nilai kekeluargaan, komedi, serta pesan moral tentang pengorbanan dan bakti kepada orang tua. Tak sedikit penonton yang tampak berkaca-kaca usai pemutaran film berakhir.

Kehadiran Meet and Great di Lumajang pun menjadi magnet tersendiri. Penonton rela datang lebih awal demi bertemu para pemain sekaligus memberikan apresiasi terhadap film yang dinilai mampu mengangkat budaya lokal ke layar lebar tanpa kehilangan sisi hiburan.

Melalui kisah sederhana namun sarat makna, Foufo menunjukkan bahwa perjuangan seorang anak demi membahagiakan ibunya adalah cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Dukungan terhadap budaya Madura melalui seni tari RK, bahasa, tradisi, hingga nilai kekeluargaan menjadi kekuatan yang membuat film ini mendapat sambutan hangat dari publik Lumajang.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60