Menurut Ani, setiap sekolah memiliki nilai, budaya, dan tujuan pendidikan yang berbeda. Karena itu, sistem asesmen tidak dapat disamaratakan.
Pemetaan yang dilakukan harus mampu menangkap kebutuhan spesifik setiap lembaga sehingga program pendidikan yang disusun benar-benar relevan dengan karakter peserta didik dan visi sekolah.
Di luar aktivitas asesmen dan pengembangan organisasi, Ani juga dikenal sebagai sosok yang produktif dalam bidang literasi.
Ia telah menulis lebih dari 50 buku bertema pengasuhan anak yang beredar di berbagai daerah dengan jumlah distribusi mencapai puluhan ribu eksemplar.
Karya-karya tersebut lahir dari keinginannya memperluas akses pengetahuan bagi para orang tua dan pendidik.
Melalui buku, informasi yang sebelumnya hanya diperoleh melalui pelatihan tatap muka dapat menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun biaya untuk mengikuti program pengembangan kapasitas secara langsung.
Baginya, literasi merupakan instrumen penting dalam memperkuat kualitas pengasuhan keluarga. Ketika orang tua memiliki pemahaman yang memadai mengenai perkembangan psikologis anak, maka proses pendidikan di rumah dan sekolah dapat berjalan lebih selaras.
Ani menilai perjalanan profesional yang dijalaninya saat ini tidak dapat dilepaskan dari fondasi akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Airlangga.
Pengalaman belajar di kampus menjadi bekal penting yang membentuk perspektifnya dalam melihat manusia sebagai pusat dari setiap proses pendidikan.
Melalui kiprahnya di APSILANGGA maupun berbagai lembaga pendidikan, Ani terus mendorong hadirnya pendekatan psikologi yang lebih aplikatif dalam dunia pendidikan.
Fokusnya tidak hanya pada pengembangan individu, tetapi juga pada penguatan ekosistem yang memungkinkan peserta didik, pendidik, dan keluarga tumbuh secara optimal dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan potensi manusia.


















