Oleh: Diah Puspitarini *
PERTANYAAN tentang kemungkinan Hamas dan Fatah bersatu kembali selalu menjadi harapan besar rakyat Palestina dan dunia Islam. Dua kekuatan ini mewakili dua wajah perjuangan, Hamas dengan semangat jihad dan perlawanan bersenjata, serta Fatah dengan diplomasi dan perjuangan politik. Keduanya sama-sama menginginkan kemerdekaan Palestina dari pendudukan Israel. Namun sejak perpecahan di 2007, rakyat Palestina hidup di bawah dua otoritas yang berbeda Gaza di bawah Hamas dan Tepi Barat di bawah Fatah membuat perjuangan mereka berjalan terpisah.
Tujuan sama, jalan berbeda
Baik Hamas maupun Fatah memiliki cita-cita besar yang sama, yaitu berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Tetapi perbedaan strategi membuat mereka sulit bersatu. Hamas menilai perlawanan bersenjata adalah satu-satunya bahasa yang dipahami Israel, sedangkan Fatah berpendapat diplomasi adalah jalan yang lebih realistis untuk mendapatkan pengakuan internasional. Dua pandangan ini sering berbenturan, apalagi ketika situasi di Gaza memanas dan diplomasi Fatah terganggu oleh aksi militer Hamas.
Luka lama dan perebutan pengaruh
Selain perbedaan ideologi, luka politik masa lalu juga masih membekas. Setelah pemilu 2006, konflik bersenjata antara Hamas dan Fatah menelan korban sesama warga Palestina. Sejak itu, muncul kecurigaan dan perebutan pengaruh yang sulit disembuhkan. Hamas menilai Fatah terlalu kompromistis dengan Israel dan Barat, sementara Fatah menuduh Hamas memperumit perjuangan lewat kekerasan. Padahal, selama keduanya saling curiga, rakyat Palestina tetap menjadi pihak yang paling menderita di tengah blokade dan penjajahan.
Peran Iran dan tekanan dunia luar
Dalam konteks regional, Iran menjadi pendukung utama Hamas dan bagian dari poros perlawanan terhadap Israel. Di sisi lain, Fatah banyak mendapat dukungan dari negara Arab moderat dan Barat yang menginginkan solusi dua negara. Tekanan geopolitik ini membuat keduanya sering bergerak dalam orbit politik yang berbeda. Tetapi, bila Iran dan negara-negara Arab dapat menekan kedua pihak untuk berdamai, peluang terbentuknya satu pemerintahan nasional Palestina akan semakin besar.
Isyarat menuju persatuan
Sejarah menunjukkan bahwa upaya persatuan pernah beberapa kali dicoba. Dari Kesepakatan Mekkah hingga Kairo, Hamas dan Fatah berkali-kali menandatangani perjanjian rekonsiliasi meski hasilnya belum permanen. Namun dalam situasi serangan besar Israel, sering muncul momen solidaritas yang menumbuhkan kembali semangat persatuan. Makin keras tekanan dari luar, makin kuat kesadaran bahwa hanya dengan bersatu Palestina bisa bertahan dan diperhitungkan dunia.
Menuju Palestina yang baru
Jika Hamas dan Fatah benar-benar bersatu, dan didukung oleh kekuatan Islam seperti Iran maupun negara-negara Arab lain, maka kebangkitan Palestina baru bukan sekadar impian. Persatuan akan membuka jalan bagi pemerintahan yang sah, diplomasi yang kuat, dan perlawanan yang lebih terorganisir. Dunia akan melihat Palestina bukan lagi sebagai bangsa yang terpecah, tetapi sebagai bangsa yang bangkit dari luka panjang menuju kemerdekaan sejati. Hanya dengan satu suara, satu bendera, dan satu tujuan, Palestina baru akan lahir dan berdiri tegak di tanahnya sendiri.
Indonesia dan dunia Islam sebagai penjaga harapan Palestina
Indonesia, dengan pengaruh moralnya di dunia Islam, dapat menjadi jembatan yang mempersatukan faksi-faksi Palestina. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan pendukung setia kemerdekaan Palestina sejak awal, Indonesia berpeluang besar memimpin diplomasi damai bersama negara-negara anggota D-8 dunia Islam harus mengambil peran aktif tidak hanya mengirim bantuan kemanusiaan, tetapi juga memfasilitasi dialog rekonsiliasi yang sejati. Bila dunia Islam bersatu dan menempatkan persaudaraan di atas kepentingan politik, maka harapan lahirnya Palestina baru yang merdeka, damai, dan berdaulat akan semakin nyata.
(*) Penulis adalah Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi beritabangsa.id


















