BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Penyaluran beasiswa untuk mahasiswa yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, bermasalah. Enam mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu (PEM Akamigas) yang lolos seleksi dan telah menandatangani berkas, malah dibatalkan sepihak saat proses pencairan dan penandatanganan kwitansi hingga membuat mereka kecewa.
Sumber media ini mengatakan, keenam mahasiswa itu telah mengikuti seluruh tahapan seleksi dan dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Kemudian, mereka diminta melengkapi berkas sebagai persyaratan akhir pencairan beasiswa.
“Awalnya kami dinyatakan lolos dan diminta melengkapi semua berkas. Dari pihak dinas juga tidak ada masalah saat itu,” tuturnya.
Menurutnya, pada hari berikutnya keenam mahasiswa menerima pengumuman resmi bahwa mereka lolos seleksi dan diminta datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk menandatangani kuitansi penerimaan beasiswa.
“Kami dapat pemberitahuan resmi kalau lolos dan diminta datang untuk tanda tangan kuitansi,” katanya.
Namun, proses di lapangan berjalan tidak sebagaimana mestinya. Sejak pagi hari, keenam mahasiswa telah hadir dan menunggu selama berjam-jam. Dari enam orang tersebut, hanya dua mahasiswa yang akhirnya dipanggil lebih dahulu dan diperbolehkan menandatangani kuitansi sebagai bukti penerimaan beasiswa.
Sementara itu, 4 mahasiswa lainnya yang telah menunggu sejak pagi tidak kunjung dipanggil hingga sore hari. Saat meminta kejelasan kepada petugas, mereka justru menerima informasi mengejutkan.
“Kami diberi tahu secara lisan bahwa kami berempat tidak lolos, padahal sebelumnya sudah ada pengumuman resmi kalau lolos,” ungkap narasumber.
Situasi semakin tidak wajar ketika, tak lama kemudian, pihak Dinas Pendidikan juga menyampaikan dua mahasiswa yang sudah menandatangani kuitansi tersebut dinyatakan batal lolos. Dengan demikian, seluruh proses pemberian beasiswa kepada 4 mahasiswa itu dibatalkan.
“Yang sudah tanda tangan pun akhirnya dibatalkan. Jadi total enam orang semuanya gagal menerima beasiswa,” ujarnya.
Perubahan keputusan secara mendadak ini menimbulkan kebingungan dan kekecewaan mendalam bagi mahasiswa. Mereka menilai pembatalan itu tidak masuk akal karena dilakukan setelah adanya pengumuman kelulusan resmi dan penandatanganan bukti penerimaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mutadlo saat dikonfirmasi melalui chat WhatsApp menyampaikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Maaf, saya masih rapat di Angling Darmo. Nanti saya cek dulu, siapa nama enam orang ini,” terangnya singkat, Senin (12/1/2026).


















