Terkini

Viral Video Tambang Pasir di Pilangsari Diduga Ilegal, Masyarakat Takut Dampak Lingkungan

49
×

Viral Video Tambang Pasir di Pilangsari Diduga Ilegal, Masyarakat Takut Dampak Lingkungan

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Video beredar luas di media sosial menunjukkan aktivitas tambang pasir di bantaran sungai Bengawan Solo. Aktivitas di wilayah Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro diduga ilegal. Warga net pun takut dampak kerusakan lingkungan.

Tampak aktivitas sejumlah perahu di aliran sungai yang diduga terkait eksploitasi sumber daya alam tambang pasir menggunakan alat sedot.

Dalam unggahan video berdurasi 29 detik yang disertai narasi bernada kritik bertuliskan “Manusia serakah sandang merusak alam”, disebutkan bahwa lokasi kejadian berada di Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi kerusakan lingkungan, mulai dari abrasi bantaran hingga risiko longsor, mengingat jarak bibir sungai yang dinilai cukup dekat dengan permukiman warga.

Untuk memastikan kebenaran lokasi dan aktivitas dalam video, awak media mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Pilangsari melalui sambungan WhatsApp. Namun hingga berita ini disusun, pesan tersebut belum direspon.

Di sini media justru dihubungi oleh seseorang dengan nomor tidak dikenal yang mengaku bernama Galino.

Galino mengklaim sebagai pemilik alat yang terlihat dalam video tersebut. Dia menegaskan aktivitas yang dilakukan di tengah sungai dan menurutnya tidak merugikan masyarakat sekitar.

Dia mengaku telah memberikan atensi kepada pihak keamanan Kota Bojonegoro.

“Saya Galino, pemilik alat yang ada di video. Posisi alat itu di tengah sungai dan menurut saya tidak merugikan masyarakat, dan setiap bulan saya atensi lima juta rupiah,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Kalitidu AKP Saefudinuri saat dikonfirmasi awak media melalui chat aplikasi WhatsApp menyampaikan, pihak kepolisian telah melakukan pemantauan secara berkala terhadap aktivitas di lokasi itu.

“Nanti akan kami cek kembali, karena beberapa hari yang lalu tidak ada kegiatan. Terima kasih informasinya,” jelasnya singkat, Senin (29/12/2025).

Menyikapi viralnya video tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat berwenang segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, sekaligus mengambil langkah tegas guna mencegah potensi kerusakan lingkungan yang lebih luas di sepanjang aliran sungai.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60