Terkini

Wamenag Jenguk Santri Manbaul Hikam Usai Dugaan Keracunan MBG, Dorong Investigasi dan Evaluasi

1
×

Wamenag Jenguk Santri Manbaul Hikam Usai Dugaan Keracunan MBG, Dorong Investigasi dan Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Kemenag

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i menjenguk tujuh santri Pesantren Manbaul Hikam yang masih menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, setelah mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungannya, Wamenag didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Basnang Said.

Selain memberikan santunan kepada para santri, Wamenag juga menyampaikan dukungan dan doa agar kondisi mereka segera membaik. Setelah menjenguk para santri, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Manbaul Hikam dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Manbaul Hikam, KH Abdul Wachid Harun.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menyampaikan perhatian Kementerian Agama terhadap pesantren dan para santri yang terdampak. Ia menegaskan program MBG tetap dibutuhkan dan perlu terus memberikan manfaat bagi pesantren serta madrasah.

Menurut Wamenag, kejadian yang terjadi di Pesantren Manbaul Hikam harus menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya, bukan menjadi alasan untuk menghentikan pelaksanaan program MBG.

“Dari kunjungan ke santri tadi, mereka menunggu dan sangat membutuhkan MBG. Program ini sudah berjalan beberapa bulan dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan. Baru kali ini terjadi masalah. Karena itu, harus ada investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Wamenag.

Ia menyebut, berdasarkan informasi awal yang diterima, keluhan para santri terutama berkaitan dengan menu telur dan sayuran. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

“Yang perlu kita pastikan adalah penyebabnya apa. Apakah proses memasaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam juknis. Ini yang perlu kita selesaikan,” jelasnya.

Wamenag menegaskan evaluasi yang dilakukan tidak berkaitan dengan keberlanjutan program MBG, melainkan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan standar pengolahan makanan bagi para penerima manfaat tetap terpenuhi.

“Bukan investigasi yang masuk ke wilayah perlu atau tidaknya MBG, tetapi kita ingin mengetahui ada apa. Apalagi dari dapur yang sama, untuk anak-anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, baru terjadi hari ini. Tentu harus ada investigasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa para santri tetap menunjukkan antusiasme terhadap program MBG. Berdasarkan keterangan yang diterima saat kunjungan, para santri masih menunggu dan membutuhkan makanan yang disediakan melalui program tersebut.

“Artinya, MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” ungkapnya.

Kementerian Agama, kata Wamenag, terus mendorong agar manfaat program MBG dapat menjangkau lebih banyak pesantren dan madrasah. Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terus dilakukan, termasuk untuk memperluas cakupan penerima manfaat di wilayah terpencil.

“Kita sedang ngebut agar tidak ada lagi pesantren yang tidak mendapat jatah MBG, termasuk madrasah. Kita terus berkomunikasi dengan kepala BGN yang baru. Kita berharap tahun ini tidak ada lagi madrasah dan pesantren yang tidak mendapat manfaat makan gratis dari MBG,” ujarnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60