BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar meninjau pelaksanaan Final Mini Drama Competition jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) tingkat Provinsi Jawa Timur, Selasa, 1 September 2026.
Kompetisi yang berlangsung di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari rangkaian EXPO Madrasah Jawa Timur 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage” dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik melalui seni pertunjukan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kunjungannya, Ahmad Sruji Bahtiar menyaksikan langsung penampilan para finalis dari berbagai madrasah di Jawa Timur. Ia mengapresiasi keberanian dan kreativitas siswa yang mampu tampil menggunakan Bahasa Inggris di atas panggung.
Menurut dia, penguasaan bahasa menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kompetensi peserta didik. Kemampuan akademik dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara baik dan benar.
“Kalau kita mempunyai ilmu yang banyak, mempunyai kompetensi yang banyak, tetapi tidak mampu menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan benar, maka apa yang kita sampaikan tidak akan bisa diserap oleh anak-anak,” ujar Ahmad Sruji Bahtiar.
Ia menjelaskan, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan, memahami orang lain, serta menyampaikan ilmu pengetahuan.
Kakanwil Kemenag Jatim juga mendorong peserta didik untuk terus memperdalam kemampuan kebahasaan, khususnya Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional.
“Perdalam kemampuan bahasa kita. Karena siapa yang menguasai bahasa suatu kaum, maka dia akan aman dari tipu daya mereka,” tuturnya.
Pesan tersebut, kata dia, tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan menguasai bahasa asing, tetapi sebagai dorongan agar peserta didik memiliki kemampuan komunikasi yang kuat. Dengan kemampuan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami berbagai informasi, berinteraksi dengan masyarakat global, sekaligus menyampaikan gagasan dan ilmu yang dimiliki.
“Dengan menguasai bahasa, kita akan lebih mudah memahami orang lain dan menyampaikan apa yang kita miliki. Kuasai bahasa, maka kita akan lebih mudah menguasai lingkungan dan membangun komunikasi,” jelasnya.
Mini Drama Competition menjadi salah satu upaya Kanwil Kemenag Jatim dalam memberikan ruang pengembangan kemampuan Bahasa Inggris melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Peserta tidak hanya dituntut mampu menggunakan Bahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan kemampuan berakting, ekspresi, kerja sama tim, kreativitas, serta pemahaman terhadap nilai budaya dan pesan moral.
Tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage” mengajak peserta didik menghubungkan warisan budaya masa lalu dengan kehidupan modern melalui seni pertunjukan berbahasa Inggris. Dalam pementasan, peserta juga didorong menghadirkan pesan kepedulian dan konservasi lingkungan.


















