Pendidikan

Unusa Peduli Soroti Kerentanan Kesehatan Pascabanjir di Bireuen

17
×

Unusa Peduli Soroti Kerentanan Kesehatan Pascabanjir di Bireuen

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, ACEH – Hari ketiga pelaksanaan program Unusa Peduli di Kabupaten Bireuen memperlihatkan satu fakta penting: dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik, tetapi menjalar pada persoalan kesehatan kelompok paling rentan.

Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) memusatkan layanan kesehatan di Desa Pante Pisang, Kecamatan Peusangan, dengan sasaran lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagaimana tercantum dalam surat pengumuman Nomor 1737/C3/AL.04/2025.

Fokus pelayanan diarahkan pada upaya memastikan kelompok rentan tidak terpinggirkan dalam fase pemulihan pascabencana.

Selain pemeriksaan kesehatan umum, tim medis juga melakukan skrining kehamilan, pemantauan kesehatan lansia, serta pemeriksaan dan pengobatan anak-anak yang berisiko mengalami gangguan kesehatan lanjutan.

Tim medis FK UNUSA dipimpin oleh dr. Hotimah Masdan Salim, Ph.D, didampingi dr. Mustika Chasanatus Syarifah, Sp.FM. Pelayanan lapangan turut diperkuat oleh dua dokter muda, Singgih, S.Ked, dan Cahyo, S.Ked, serta dua bidan setempat yang berperan strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Selain layanan medis, Unusa Peduli juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket ibu hamil dan menyusui, perlengkapan bayi dan anak, serta bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan dapur umum warga terdampak.

Dari hasil pemeriksaan, tim medis mencatat sejumlah masalah kesehatan yang cukup dominan. Penyakit kulit seperti infeksi jamur dan kutu air banyak ditemukan, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan lingkungan yang masih lembap serta sanitasi yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir.

Masalah lain yang mulai mengemuka adalah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Paparan debu sisa banjir menjadi faktor pemicu utama, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.

Merespons temuan tersebut, tim FK UNUSA tidak berhenti pada pengobatan. Edukasi kesehatan diberikan secara langsung kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya penggunaan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

Pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif sederhana untuk menekan risiko penularan dan memperparah kondisi ISPA.

Melalui kegiatan ini, FK UNUSA menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai aktor penting dalam kerja-kerja kemanusiaan.

Program Unusa Peduli diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat Desa Pante Pisang secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial warga pascabencana.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60