Pendidikan

Inovasi Budaya: Sistem AI Mahasiswa UNAIR Angkat Kembali Kejayaan Rumah Adat

10
×

Inovasi Budaya: Sistem AI Mahasiswa UNAIR Angkat Kembali Kejayaan Rumah Adat

Sebarkan artikel ini
UNAIR

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Upaya pelestarian rumah adat Nusantara memasuki babak baru berkat inovasi mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR).

Dalam ajang Data Science Competition (DSC) LOGIKA 2025 yang digelar Universitas Indonesia, tim mahasiswa Teknologi Sains Data UNAIR menghadirkan sistem pengenalan rumah adat berbasis teknologi pemrosesan citra. Karya tersebut mengantarkan mereka meraih juara tiga di tingkat nasional.

Tim terdiri dari Muhammad Firdaus (Teknologi Sains Data 2024), Elzandi Irfan Zikra (2022), dan Dyah Ayu Retnoningsih (2022).

Di tengah menurunnya pemahaman masyarakat terhadap bentuk asli rumah adat, inovasi ini bertujuan menghadirkan kembali kekayaan arsitektur etnik melalui pendekatan teknologi yang mudah diakses dan relevan dengan generasi digital.

Ketua tim, Muhammad Firdaus, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk mengenali karakteristik visual berbagai rumah adat di Indonesia, mulai dari struktur atap, pola dinding, hingga rancangan bangunan yang menjadi identitas tiap daerah. Sistem dilatih menggunakan ratusan foto rumah adat yang telah melalui proses kurasi dan peningkatan kualitas.

“Kami mengolah seluruh gambar dengan teknik yang sistematis agar model dapat membaca ciri khas setiap rumah adat secara presisi. Dataset yang terbatas membuat kami memilih metode pengolahan gambar yang efisien namun tetap mampu menghasilkan akurasi yang stabil,” ujar Firdaus.

Untuk meningkatkan kinerja sistem, tim juga menerapkan augmentasi data dengan menambahkan variasi sudut pandang dan pencahayaan.

Langkah ini dilakukan agar model mampu mengenali rumah adat dalam skenario dunia nyata yang lebih dinamis.

Kompetisi tersebut tak berjalan mulus. Firdaus menyebut tim menghadapi tabrakan jadwal karena dua perlombaan besar berlangsung bersamaan.

Kondisi itu membuat mereka harus mengatur strategi pembagian tugas secara detail agar tiap anggota mampu menguasai materi presentasi.

“Kami menyusun seluruh materi secara terstruktur sehingga siapa pun di tim dapat menjawab pertanyaan juri tanpa kendala,” ungkapnya.

Ke depan, tim berambisi mengembangkan proyek ini menjadi aplikasi sederhana yang dapat digunakan pelajar maupun masyarakat umum.

Sistem tersebut dirancang agar pengguna cukup mengunggah foto untuk mengetahui jenis rumah adat yang tertangkap kamera.

“Kami ingin memperluas jenis rumah adat yang bisa dikenali sistem sekaligus memperkaya variasi gambar. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi alat edukasi yang membantu melestarikan warisan budaya Indonesia,” tutup Firdaus.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60