BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Hayam Wuruk Perbanas (UHW Perbanas) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Menyiapkan Talenta Unggul untuk Industri Kesehatan, Pangan, dan Ekonomi Digital yang Berdaya Saing Global yang menghadirkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, sebagai pembicara utama.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus Wonorejo, Surabaya, Minggu (14/6/2026), dihadiri jajaran pengurus yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta sejumlah mitra strategis UHW Perbanas.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan, regulator, dan pelaku industri dalam merumuskan langkah bersama menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan sektor kesehatan, pangan, dan ekonomi digital.
Acara dibuka dengan sambutan Managing Director PT Harsen Laboratories, Elsyeida Napitupulu. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan untuk memperkuat kapasitas bangsa di masa depan.
Menurut Elsyeida, industri kesehatan membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi. Karena itu, kolaborasi antara kampus dan industri dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami mendukung penuh pengembangan sektor kesehatan, khususnya bidang farmasi dan obat-obatan. Ini menjadi kesempatan untuk bersama-sama mencetak generasi unggul yang memiliki kompetensi riset serta inovasi guna mendukung kemajuan dunia kesehatan nasional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Taruna Ikrar menekankan bahwa pembangunan talenta unggul membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan unsur Academia, Business, dan Government atau yang dikenal dengan konsep ABC.
Ia menjelaskan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks dan berpusat pada tiga sektor strategis, yakni kesehatan, ketahanan pangan, dan ekonomi digital.
Oleh karena itu, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam membangun kemandirian bangsa.
“Kedaulatan dan ketahanan bangsa di bidang kesehatan, pangan, dan ekonomi digital tidak bisa dicapai sendirian. Kampus mencetak talenta unggul, sementara BPOM dan industri menjadi mitra strategis yang menempa serta mengawal kompetensi mereka di dunia kerja,” jelasnya.
Taruna juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem inovasi nasional melalui riset, hilirisasi hasil penelitian, serta pemanfaatan teknologi dalam pengawasan obat dan makanan.
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama agar Indonesia mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Rektor UHW Perbanas Prof. Dr. Lutfi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, regulator, dan dunia usaha menjadi faktor krusial dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu bersaing pada level internasional.
“Kami meyakini pengembangan talenta unggul tidak dapat dilakukan perguruan tinggi secara sendiri. Kehadiran pemerintah, regulator, dunia usaha, dan industri menjadi bagian penting dalam memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan dan tantangan global,” ungkapnya.
Menurut Lutfi, transformasi ekonomi nasional membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, tata kelola, dan inovasi dalam berbagai sektor strategis.
Karena itu, UHW Perbanas terus memperluas jejaring kemitraan agar proses pembelajaran semakin kontekstual dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri kesehatan berbasis riset, penerapan teknologi dalam sistem pengawasan obat dan makanan, hingga strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
FGD juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara UHW Perbanas, PT Harsen Laboratories, dan BPOM RI. Kolaborasi tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang mendukung kemajuan sektor kesehatan, pangan, dan ekonomi digital.
Lutfi menambahkan, kampus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik dunia nyata melalui interaksi langsung dengan para pemimpin dan pengambil kebijakan nasional.
“Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga dari para tokoh yang memiliki pengalaman strategis dalam merumuskan kebijakan dan mendorong inovasi.
Dengan demikian, lulusan UHW Perbanas mampu menjadi talenta unggul yang berkontribusi bagi pembangunan nasional sekaligus memiliki daya saing global,” katanya.
Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Perhimpunan Bank Umum Nasional Swasta (PBUNS) yang menaungi UHW Perbanas, Inayah Sri Wardhani, S.Psi., menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi sivitas akademika dalam memahami pentingnya inovasi, keamanan produk, transformasi digital, serta kesiapan sumber daya manusia menghadapi persaingan internasional.
Ia menegaskan bahwa UHW Perbanas akan terus menghadirkan figur-figur nasional dari berbagai sektor sebagai bagian dari strategi penguatan mutu pendidikan tinggi dan perluasan wawasan mahasiswa.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Harsen Laboratories yang diwakili Elsyeida Napitupulu dan Yayasan Pendidikan Perhimpunan Bank Umum Nasional Jawa Timur yang diwakili Inayah Sri Wardhani.
Penandatanganan tersebut menjadi langkah awal penguatan kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu mendukung pengembangan pendidikan, riset, serta peningkatan kompetensi generasi muda di sektor-sektor strategis nasional.


















