Pendidikan

Aksara Berdaya, Program UT Surabaya Tingkatkan Literasi dan Kemandirian

1
×

Aksara Berdaya, Program UT Surabaya Tingkatkan Literasi dan Kemandirian

Sebarkan artikel ini
UT Surabaya
Momen saat kegiatan Aksara Berdaya bersama ibu-ibu PKK Desa Katol Timur, Bangkalan.

BERITABANGSA.ID, BANGKALAN – Universitas Terbuka (UT) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Tahun 2026, perguruan tinggi negeri tersebut menghadirkan program pemberdayaan bertajuk Aksara Berdaya: Pemberdayaan Perempuan melalui Literasi Fungsional Berbasis Kearifan Lokal Madura di Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.

Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan yang mendorong perempuan desa untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Melalui pendekatan berbasis budaya lokal, peserta diajak memaknai literasi sebagai instrumen penting untuk memperkuat kualitas hidup, meningkatkan kemandirian, serta memperbesar peluang berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.

Tim pelaksana memandang bahwa literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berkomunikasi secara efektif, mengambil keputusan, hingga memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.

Karena itu, seluruh proses pembelajaran dalam program Aksara Berdaya dirancang secara kontekstual dengan mengangkat berbagai unsur kearifan lokal Madura.

Bahasa daerah, cerita rakyat, tradisi, kuliner khas, serta praktik sosial yang hidup di tengah masyarakat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta.

Pendekatan tersebut membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan. Peserta tidak hanya belajar keterampilan dasar, tetapi juga diajak mengenali kembali nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura.

Program Aksara Berdaya berfokus pada peningkatan literasi fungsional perempuan melalui berbagai kegiatan pembelajaran.

Materi yang diberikan meliputi kemampuan membaca, menulis, berhitung, komunikasi sehari-hari, literasi ekonomi, hingga pemanfaatan media digital sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Katol Timur, Khumairoh, menilai program tersebut menghadirkan harapan baru bagi perempuan desa untuk terus berkembang dan lebih percaya diri dalam menjalankan peran sosial maupun ekonomi.

Menurut dia, metode pembelajaran yang digunakan sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat karena disampaikan secara sederhana, dekat dengan budaya lokal, serta menyesuaikan kebutuhan peserta.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu karena pembelajarannya sederhana, dekat dengan budaya masyarakat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami melihat peserta menjadi lebih semangat belajar, lebih percaya diri, dan lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Semoga program ini terus berlanjut dan memberi dampak yang luas bagi perempuan desa,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Dedy Noviantoro, menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

Menurutnya, penguatan literasi yang dipadukan dengan pelestarian budaya lokal merupakan kombinasi penting dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, tetapi juga mengangkat budaya lokal Madura sebagai kekuatan pembangunan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat seperti ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” katanya.

Ketua Tim PkM Dosen Universitas Terbuka Tahun 2026, Dr. Milawati, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan program menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga proses pembelajaran dan pengembangan potensi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60