BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Siapa yang tak kenal dengan Ning Eyik atau pemilik nama lengkap DR dr Ma’murotus Sa’diyah MKes. Perempuan aktif yang telah menuntaskan pendidikan kedokteran hingga doktoral ini, cukup dikenal akrab berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Jombang.
Bagi dokter yang banyak menilai awet muda ini, kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar. Melainkan Ning Eyik menemukan, kebahagiaan justru lewat rutinitas sederhana yakni dengan berolahraga.
“Setelah olahraga, hati jadi lebih ringan dan bahagia terasa lebih mudah datang. Itu bahagia sederhana bagi saya,” ujar Ning Eyik saat mengisi acara di kantor UPTD PPA Kabupaten Jombang, Kamis (25/9/2026) kemarin siang.
Di usianya yang kini menginjak 54 tahun, wajah putri yang terlahir dari keluarga pesantren ini tetap segar dengan senyum khasnya yang tidak pernah lepas. Padahal, aktivitasnya sebagai perempuan karier begitu padat.
Menurutnya, kunci menjaga semangat dan kebahagiaan itu juga terletak pada pikiran yang tenang dan tubuh yang sehat.
“Kalau suatu masalah terlalu lama dipikirkan, tubuh dan mental bisa ikut lelah. Lama-lama jadi sulit untuk merasakan bahagia yang sederhana. Justru nanti mudah emosi, bahkan depresi. Jadi cukup dipikir kan, lalu kita simpan di catatan.” ungkap anak kelima dari pasangan KH Mustain Romli dan Nyai Djumiatin Wahab di keluarga Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang ini.
Oleh sebabnya disampaikan singkat, hidup senang tidak lepas dari menjalani kehidupan dengan tenang dan tubuh yang sehat. Untuk mencapai kebiasaan bahagia dengan sederhana, disampaikannya harus ada kemauan dan kemampuan yang dijalankan dengan rutin sebelumnya.
“Ya setidaknya olahraga setiap hari itu ketika pagi, jalan kaki sebentar sebelum memulai aktifitas lainnya. Ya olahraga menggerakkan semua badan, dengan itu juga mampu melepas penat di otak kita. Siapa yang mau dan mampu, maka bisa dengan mudah mencapai apa yang dituju,” paparnya yang kemudian disambut tepuk tangan dari peserta rapat.
Melihat Jejak Ning Eyik, dari Lingkungan Pesantren hingga Kedokteran
Sejak dini diketahui, Ning Eyik sudah berada di lingkungan pesantren. Meski tumbuh dalam tradisi pesantren, sejak kecil ia sudah mantap bercita-cita jadi dokter.

“Menjadi dokter itu memang menjadi cita-cita dan angan-angan saja sejak masih kecil. Bahkan sejak masih duduk di kursi pelajar itu pasti menjawab ingin jadi dokter, ketika ditanya cita-citanya apa dari guru-guru saya,” ceritanya.
Pendidikan sarjananya, ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Otaknya yang encer dan pengetahuan wawasannya yang luas, Pengasuh Asrama Al Hambra Ponpes Darul Ulum Jombang ini pernah masuk daftar 100 tokoh alumni berprestasi Universitas Brawijaya.
Sementara jenjang karirnya, Ketua Yayasan Universitas Darul Ulum Jombang (2000-2010) ini diawali sebagai Kepala Puskesmas Kepulungan Pasuruan (2005-2009). Kemudian Kepala Puskesmas Gempol Pasuruan (2009-2013). Setelah itu berpindah tugas ke Jombang dan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mojoagung (2014 – 2019).


















