Ia menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat, baik struktural maupun kultural, terlibat dalam kegiatan ini, termasuk tokoh-tokoh dari jajaran RT, RW, serta organisasi masyarakat seperti banom NU yang turut memeriahkan jalannya acara.
“Tujuan utamanya adalah memohon ridho Allah, keberkahan, dan ampunan-Nya untuk kita semua di tahun yang baru ini. Semoga Keputih senantiasa dilimpahi rahmat dan persatuan,” ujarnya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan oleh Camat Sukolilo, Mohammad Zulchaidir.
Ia menilai acara seperti ini penting sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan. Ini bukan hanya budaya, tapi juga bentuk pengingat spiritual bagi anak-anak kita tentang nilai-nilai Islam yang penuh kedamaian,” tuturnya.

Senada dengan itu, Lurah Keputih, Achmad Fida’ Fajar Febriansyah, menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif masyarakat Keputih yang terus konsisten mengadakan peringatan Muharram setiap tahun.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan representasi dari kearifan lokal yang tumbuh bersama masyarakat.
“Ini warisan budaya dan keagamaan yang harus terus dijaga. Semoga semangat ini bisa terus istiqamah dan menjadi teladan bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berharap acara keagamaan semacam ini dapat mempererat solidaritas antarwarga dan menjaga harmoni sosial yang telah terbangun dengan baik di Keputih.
Ia menilai bahwa penguatan persatuan melalui kegiatan berbasis keagamaan sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Peringatan 1 Muharram di Masjid As-Sa’adah tahun ini tak hanya memperlihatkan kekayaan budaya lokal, namun juga menggambarkan kohesi sosial yang erat di antara warga.
Semangat kebersamaan, syiar keagamaan, dan komitmen pelestarian budaya menjadikan kegiatan ini sebagai cermin dari kehidupan masyarakat Keputih yang harmonis, religius, dan inklusif.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















