BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Dalam kajian subuh di Masjid Al-Haq, Minggu (27/4/2025), Ustaz Agus Mustofa mengingatkan pentingnya beragama dengan menggunakan akal sehat agar umat Islam bisa memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan benar.
Mengangkat tema “Beragama dengan Akal Sehat”, kajian ini diikuti dengan khusyuk oleh jemaah Majelis Al-Haq.
Kajian subuh tersebut rutin diadakan setiap Minggu terakhir dalam sebulan.
Menariknya, peserta kajian yang sebelumnya didominasi kalangan lansia, kini semakin banyak diikuti oleh generasi muda.
Dalam ceramahnya, Ustaz Mustofa menekankan bahwa dalam Islam, akal memiliki kedudukan yang sangat penting. Syarat pertama untuk memeluk dan mempelajari agama Islam adalah akil balig, yaitu kondisi di mana seseorang telah memiliki akal yang cukup.
“Kalau akalnya belum sampai, maka akan salah dalam memahami dan menerapkannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, akil balig tidak hanya soal usia biologis, tetapi lebih pada kematangan fungsi akal seseorang.
Akal yang matang diperlukan untuk memahami ajaran Islam dengan benar, yang kemudian membawa seseorang pada proses keimanan.
Lebih lanjut, Ustaz Mustofa menjelaskan tahapan keimanan dalam Islam, yaitu ilmul yakin, ainul yakin, dan haqqul yakin.
Ilmul yakin dicapai melalui proses belajar dan memahami ajaran agama secara ilmiah, sehingga menghasilkan keyakinan berdasarkan ilmu.
Ainul yakin diperoleh setelah seseorang mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan nyata, sehingga membuktikan sendiri kebenaran ajaran tersebut.
Haqqul yakin adalah tingkat keyakinan tertinggi, di mana seseorang benar-benar meyakini kebenaran agama secara penuh, tidak tergoyahkan oleh apapun.
“Contoh kecilnya, memahami pentingnya sabar itu ilmul yakin, kemudian mempraktikkan sabar dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi bagian dari karakternya, itulah ainul yakin. Jika terus menerus diamalkan hingga membentuk keyakinan kuat, maka seseorang mencapai haqqul yakin,” terangnya.
Pentingnya pemahaman ilmu dengan menggunakan akal yang sehat sudah tersurat dalam QS Ali Imron: 190-191, yang berbunyi, sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan cilik bergantinya malam dan siang hari terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal yaitu orang-orang yang tadzakur mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka tafakur, berpikir tentang penciptaan langit dan bumi: “ya Tuhan kami tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia maha suci engkau maka peliharalah kami dari siksa api neraka.”
“Ayat ini menjadi role model Alquran, dan bagi mereka yang berpikir dan akalnya sempurna, maka tidak ada lagi keraguan dalam hatinya atas kekuasaan Allah yang maha besar,” jelas Ustaz Mustofa.
Maka, ketika Baginda Rasulullah mendapatkan Wahyu ini beliau menangis, hingga sesenggukan, karena sejatinya beliau sudah mengerti akan kekuasaan Allah yang Maha Besar dan Maha Agung.
Kajian subuh di Masjid Al-Haq ini menjadi ruang belajar dan refleksi penting bagi umat, tidak hanya memahami teori agama, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan dasar akal sehat dan keyakinan yang kokoh.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















