Kreatif

Hanya di Jombang, Pohon Natal Terbuat dari Bambu dan Dedaunan

170
×

Hanya di Jombang, Pohon Natal Terbuat dari Bambu dan Dedaunan

Sebarkan artikel ini
GKJW
Tampak salah satu pengurus GKJW Jombang, Vikar Elisabet Ditya Palupi, ketika mengecek pohon natal yang terbuat dari bambu dan dedaunan. Foto : Faiz

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Ada saja kreasi warga Jombang ini. Di ruang peribadatan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang, terdapat pohon natal unik.

Pohon natal di sudut ruangan itu sengaja dibuat dari bambu dan dedaunan. Rangkaian bambu-bambu itu, dibentuk seperti pohon natal dan berbagai hiasan. Mulai dari bentuk bola, hingga jadi karung bola natal yang memiliki banyak warna.

Scroll untuk melihat berita

Selain tampak unik dan menarik, tinggi pohon natal ini tak tanggung-tanggung, mencapai 6 meter-an.

Pun dari berbagai hiasan pohon natal di gereja yang ada di Jalan Adityawarman, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini, memiliki filosofi tersendiri.

Pengurus GKJW Jombang Vikar Elisabet Ditya Palupi (25) mengatakan, pohon Natal itu merupakan karya dari salah satu jemaahnya, seorang seniman lokal Jombang, Roedy Winarno.

Menurut Elisabet, pohon Natal tahun ini sengaja menggunakan batang bambu untuk menampilkan kesan ramah lingkungan.

“Setiap tahunnya kami mengusung tema go green atau ramah lingkungan. Ya tujuannya mengingat sebagai gereja tidak semestinya selalu menggunakan plastik. Lebih ke mengurangi penggunaan plastik sebagaimana program pemerintah yang masuk ke gereje kami,” ujar Elisabet kepada wartawan pada Rabu (21/11/2022) siang.

Selain ramah lingkungan, pohon Natal dari bambu ini rupanya menyimpan pesan tersirat yang penuh filosofi. Elisabet menerangkan, pohon Natal dari bambu itu diibaratkan sebagai kandang domba, tempat Yesus Kristus dilahirkan.

Di pucuk pohon natal ini, terdapat hiasan berbentuk bintang. Bintang tersebut dikatakan sebagai simbol kelahiran Yesus Kristus. Kemudian, hiasan daun sukun memiliki arti persembahan.

“Oh iya, bintang itu adalah lambang bagaimana orang-orang majus dari timur melihat bahwa bintang itu adalah lambang Yesus yang lahir. Kemudian Ia yang lahir di kandang domba. Bintang itu sebagai petunjuk, dan bambu itu ibarat seperti kandang domba. Daun sukun ini sebagai wujud persembahan,” jelasnya, di GKJW Jombang ini.

Lanjut Elisabet menyampaikan, di perayaan natal 2022 ini, diharapkan semua umat kristiani bisa merasakan suka cita dan merefleksikan diri.

“Harapan tahun ini seperti yang kita ketahui, tentu saja tidak hanya go green tapi juga harapannya semua umat bisa merasakan suka cita. Meninggalkan sikap-sikap yang lama dan memperbarui kehidupan yang lebih baik dan merasakan kasih,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *