BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Minat generasi muda terhadap dunia investasi dan pasar modal terus berkembang seiring kemudahan akses teknologi digital. Namun, tingginya ketertarikan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan agar keputusan investasi tidak sekadar mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).
Berangkat dari kebutuhan tersebut, komunitas anak muda CuanVestor berkolaborasi dengan Mirae Asset menggelar seminar finansial di Ballroom Hotel Royal Regantris Cendana, Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dunia keuangan, investasi, hingga pasar modal.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga sejumlah kabupaten dan kota lainnya. Founder CuanVestor, Delbert Chaya Wijaya, yang berkolaborasi dengan Ketua ISP Surabaya, Darrel M Sunoto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong generasi muda, khususnya generasi Z, agar memiliki kesadaran dan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan.
Menurut dia, perkembangan dunia finansial saat ini membuka banyak peluang bagi anak muda. Namun, peluang tersebut harus disertai pengetahuan yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik investasi tanpa perhitungan.
“Di era saat ini memang sudah waktunya anak muda melek finansial. Namun, mereka juga harus memiliki bekal pembelajaran dan panduan ilmu yang berkualitas, bukan sekadar ikut-ikutan. Dengan begitu, ke depannya mereka bisa mengambil keputusan investasi secara lebih bijak dan terukur,” ujar Delbert kepada awak media.
Dia juga mengingatkan bahwa aktivitas investasi di pasar modal bukanlah permainan judi. Ada pengetahuan, analisis, strategi, serta pertimbangan risiko yang harus dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk menanamkan modalnya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, seminar tersebut menghadirkan tujuh narasumber dari berbagai latar belakang dan pengalaman di bidangnya.
Mereka adalah Drs. Paulus Totok Lusida, APT., Delbert Chaya Wijaya, Awang Wahyu Wijanarko, Naaman Wewin Calvian, Giska Miladanar Az-Zahra, M Fariz Idziharuddin, dan Briyan Mulyadi.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan mengenai dunia finansial serta memahami berbagai aspek yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke dunia investasi.
Delbert menjelaskan, kolaborasi bersama Mirae Asset Sekuritas diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk mendekatkan edukasi pasar modal kepada kalangan anak muda hingga orang dewasa.
Dia berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan kemampuan finansial dan profil risiko masing-masing.
“Target kami membantu memberikan pencerahan mengenai potensi di bidang perekonomian sekaligus mengajak anak muda belajar finansial bersama Mirae Asset Sekuritas. Setidaknya, melalui kegiatan ini peserta mendapatkan pemahaman teori dan gambaran praktik dari orang-orang yang berpengalaman,” katanya.
Delbert juga mengingatkan peserta agar tidak mengambil keputusan investasi hanya karena terpengaruh tren yang sedang ramai di media sosial.
Sebab, tanpa pengetahuan dan perhitungan yang matang, investasi justru berpotensi menimbulkan kerugian.
“Praktik investasi jangan hanya karena FOMO, kemudian langsung melakukan transaksi secara asal-asalan. Kalau tidak memiliki bekal pengetahuan, tentu bisa terjerumus dalam kerugian. Harapan kami, melalui kegiatan ini semakin banyak anak muda yang memahami finansial dan komunitas CuanVestor juga bisa semakin besar serta berkembang,” tuturnya.
Selain menghadirkan materi edukasi, seminar tersebut juga dikemas dengan suasana interaktif dan berbagai kegiatan menarik. Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi oleh narasumber, sesi tanya jawab, permainan interaktif, hingga pembagian hadiah atau doorprize.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi, komunitas, dan pihak swasta. Di antaranya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur, PSMTI Kota Surabaya, DPW IPTI Jatim, Toko Emas Kencana Putra Jombang, ISP Surabaya, ISP Mojokerto, Mikirinvestasi, East Java Financial Investors & Traders, Kapal Api, Yayasan BAIk, Facenala, serta sejumlah sponsor lainnya.
Salah satu peserta, Kusuma Wardani, mengaku tertarik mengikuti seminar tersebut karena memberikan wawasan baru mengenai dunia finansial dan investasi. Menurut dia, konsep kegiatan yang memadukan edukasi, diskusi, dan hiburan membuat peserta lebih mudah mengikuti rangkaian acara.
“Menarik melihat konsep dan materi pembahasannya. Dari acara ini, setidaknya saya sebagai peserta menjadi lebih tertarik untuk mencoba mengenal dunia investasi, mungkin dimulai dari nominal paling rendah terlebih dahulu. Apalagi acaranya cukup interaktif, ada sesi permainan dan pembagian hadiah sehingga peserta juga tidak merasa bosan,” singkat perempuan akrab disapa Kusuma.
Melalui kegiatan tersebut, CuanVestor berharap edukasi finansial dapat semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Tidak hanya mengenal peluang keuntungan, tetapi juga memahami risiko dan pentingnya mengambil keputusan keuangan berdasarkan pengetahuan.
Dengan demikian, investasi diharapkan tidak lagi dipandang sekadar tren untuk mencari keuntungan cepat, melainkan menjadi salah satu instrumen pengelolaan keuangan yang membutuhkan perencanaan, kedisiplinan, dan pemahaman yang matang.















