Terkini

Jaga Hutan Dulang Rupiah: Transformasi Petani Desa Bandungrejo dengan Pertamina EP Cepu

2
×

Jaga Hutan Dulang Rupiah: Transformasi Petani Desa Bandungrejo dengan Pertamina EP Cepu

Sebarkan artikel ini
Pertamina EP Cepu
Petani Hutan JTB bersama Pertamina EP Cepu (PEPC) saat menunjukan cara pembuatan dan pengemasan pupuk kompos. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Petani Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, bertransformasi menyusul ancaman kekeringan dan kebakaran lahan hutan. Ancaman yang menakutkan bagi para petani ini menjadi perhatian serius Pertamina EP Cepu, Jambaran–Tiung Biru (JTB).

Sehingga pada 2023, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 menginisiasi Gerakan Masyarakat Tanggap Api (GEMATI) didampingi ALAS Institute.

Program petani hutan JTB ini hadir untuk menyadarkan dan melatih masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan mengenalkan praktik pertanian yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Tak berhenti di situ. Langkah pemberdayaan kemudian bertransformasi dan diperkuat melalui pembentukan Koperasi Produsen Rimba Tani Sejahtera.

Melalui wadah ekonomi ini, masyarakat sekitar hutan tak lagi sekadar menjadi penjaga lingkungan, tetapi juga diajak menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Head of Comm.Rel & CID Zona 12, Agung Yunito Yahya, menceritakan salah satu inovasi penting yang lahir unit usaha pengolahan pupuk kompos berawal dari kotoran hewan ternak milik warga yang melimpah, 4 orang anggota koperasi yang gigih dipercaya untuk mengelola pengolahan limbah organik ini.

“Bahan baku tersebut dicampur dengan agen hayati—yang dibuat secara mandiri oleh para anggota berkat pelatihan yang mereka terima. Setelah melewati masa fermentasi, campuran pupuk dihaluskan menggunakan mesin crusher dan diayak hingga menghasilkan kompos bertekstur halus dan berkualitas tinggi sebelum dikemas rapi,” ungkapnya bangga, Senin (26/10/2026).

Setelah itu, keuntungan dari hasil penjualan diperhitungkan secara transparan setelah dikurangi biaya produksi dan operasional. Keuntungan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kesejahteraan para anggota serta dijadikan modal pengembangan usaha koperasi sesuai kesepakatan bersama.

“Kini, masyarakat sangat merasakan manfaat pupuk kompos karya Koperasi Rimba Tani Sejahtera dan tersebar secara luas. Selain dimanfaatkan langsung oleh para anggota koperasi dan petani hutan di wilayah Kecamatan Ngasem, produk ini juga dipercaya oleh mitra PEPC untuk mendukung berbagai kegiatan penghijauan hingga pengembangan perkebunan anggur,” kata pak Agung sapaan akrabnya.

Dia juga bercerita, bahwa kehadiran pengolahan kompos ini membawa perubahan nyata bagi Desa Bandungrejo. Limbah kotoran hewan yang tadinya terbuang kini menjadi produk bernilai jual tinggi. Selain membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesuburan tanah pertanian warga, program ini berhasil membuktikan bahwa menjaga kelestarian hutan dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat dapat berjalan bergandengan tangan.

Salah satu petani pengolah pupuk kompos kini telah merasakan manfaatnya, Lamidi berkata semenjak adanya kegiatan pengelolaan kompos di Desa Bandungrejo mereka tidak lagi merasa bingung untuk mengelolar limbah pertanian, tidak hanya digunakan untuk pakan ternak domba namun juga dapat menghasilkan pupuk kompos.

“Kami diberikan pembekalan oleh Pertamina, hingga saat ini sudah dapat menghasilkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Rasanya memiliki kebanggaan tersendiri, karena telah diperhatikan oleh Pihak Pertamina PEPC hingga dapat membantu perekonomian kami,” ungkap Lamidi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60