Terkini

Terbongkarnya Kasus Mutilasi Madiun, Diawali Temuan Tulang Manusia

3
×

Terbongkarnya Kasus Mutilasi Madiun, Diawali Temuan Tulang Manusia

Sebarkan artikel ini
Mutilasi Madiun
dr. Setya Aji Priyatna Sp. FM dr Forensik RSUD Dr. Soedono Madiun (Foto: Nawan, Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, MADIUN – Tim dokter forensik RSUD dr. Soedono Madiun menemukan satu potongan tulang yang memiliki struktur menyerupai tulang manusia saat memeriksa barang bukti dalam kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur.

Potongan tersebut diduga menyerupai tulang sakrum atau tulang kelangkang, yakni bagian tulang belakang yang terletak di antara kedua tulang panggul. Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis dan asal tulang.

Dokter spesialis forensik dan medikolegal RSUD dr Soedono Madiun, dokter Setya Aji Priyantna, menjelaskan dirinya bersama tim menerima kunjungan penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota untuk membantu mengidentifikasi sejumlah potongan tubuh yang ditemukan dalam proses penyidikan.

Menurut Setya, kondisi material yang diperiksa cukup menyulitkan proses identifikasi. Sejumlah potongan terlihat menghitam dan diduga mengalami perubahan akibat paparan api atau proses pembakaran.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan harus dilakukan secara teliti untuk mengetahui karakteristik material sekaligus menilai kemungkinan asalnya.

Dalam pemeriksaan awal, tim berhasil membersihkan 15 potongan yang diduga berupa tulang. Namun, belum seluruh material tersebut dapat dipastikan sebagai tulang manusia. Kemungkinan berasal dari tulang hewan juga masih harus dipertimbangkan.

“Alhamdulillah, ada satu yang strukturnya mirip tulang manusia, yaitu tulang pinggang bagian belakang atau sacrum,” ujar Setya, Rabu (28/10/2026).

Potongan yang diduga menyerupai tulang sakrum tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan telah terpecah menjadi beberapa bagian. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan karakteristik anatominya.

Dalam kedokteran forensik, kemiripan bentuk dan struktur belum cukup untuk menyimpulkan bahwa suatu material berasal dari tubuh manusia. Penetapan tersebut membutuhkan pemeriksaan berdasarkan karakteristik anatomi dan, jika diperlukan, pengujian laboratorium lebih lanjut.

Dengan demikian, temuan potongan yang menyerupai tulang sakrum tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti terkonfirmasi bahwa material itu berasal dari korban. Hasil pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai jenis dan asalnya.

Pemeriksaan ini menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap DH (30) dan anaknya yang berinisial AGH (4).

Polda Jawa Timur mengungkap perkembangan kasus tersebut pada Senin (26/10/2026), setelah terduga pelaku berinisial DBM ditangkap di wilayah Jombang.

Penyelidikan perkara bermula dari laporan orang hilang yang diterima kepolisian pada 20 September 2026. Sejak saat itu, penyidik menelusuri sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap rangkaian kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menjelaskan bahwa penyidik menduga pembunuhan terhadap DH terjadi di sebuah kamar Hotel di Kota Madiun. Sementara itu, dugaan pembunuhan terhadap anak korban disebut terjadi di lokasi berbeda.

Penyidik juga mendalami dugaan upaya menghilangkan jejak melalui pembakaran dan penghancuran bagian tubuh korban. Sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut turut menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Pemeriksaan forensik terhadap potongan tulang di RSUD dr. Soedono Madiun diharapkan dapat membantu mengungkap fakta ilmiah terkait barang bukti yang ditemukan. Hasil analisis tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi penyidik untuk menelusuri asal material dan menguji kemungkinan keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani.

Proses identifikasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kepastian mengenai asal potongan tulang tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60