BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Mediasi warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, terkait ancaman demo dan pemblokiran akses ke lokasi Pad B Pertamina EP Zona 11, Minggu (25/10/2026), menemui titik temu.
Mengacu kesepakatan pada 15 Juli 2026 di balai desa setempat, pihak PT Pertamina EP Cepu Field bersama pihak terkait mengajak perwakilan warga Desa Ngampel, mediasi di ruang rapat kantor PT Pertamina EP Cepu (Zona 11) di Jalan Trunojoyo, Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro, Senin (26/10/2026).
Hadir Head of Comm. Relations & CID Zona 11, Wazirul Luthfi, Officer Security PEP Sukowati, Budi Oktavian, HRD PT Ramai Jaya Abadi (RJA), Naili Syifa R, Kasatintelkam, AKP I Putu Suryawan Astawa, Ditpam Obvit Polres Rony Tirta W, dan wakil warga Desa Ngampel, Ketua RW 01 Hendro Prabowo, Ketua BPD Sudirman, Karyono, Pamuji.
Selama mediasi warga Desa Ngampel, Pamuji mengatakan ada beberapa poin kesepakatan antara pihak Pertamina dan warga yang hingga kini belum diselesaikan. Salah satunya pencairan dana pembangunan sarana prasarana Rp200 juta per sumur. Selain itu, dana tali asih tahap II untuk 1.100 Kepala Keluarga (KK) juga belum kunjung cair.
Tidak hanya itu, belum diumumkannya hasil seleksi rekrutmen security untuk 4 pemuda Desa Ngampel yang telah mengikuti tes. Padahal, data hasil tes dari vendor telah beredar luas dikantongi warga.
Menanggapi hal itu, Head of Comm. Relations & CID Zona 11, Wazirul Luthfi berjanji melakukan konsultasi kepada pihak-pihak terkait, karena dia batu dua Minggu bertugas.
Meski sempat terjadi debat alot akhirnya mediasi menemui solusi. Pertamina EP Sukowati, PT RJA dan warga desa Ngampel menyepakati 7 kesepakatan. Di antaranya, dukungan operasi, tali asih pengeboran, rekrutmen tenaga kerja, bantuan Sarpras.
Kemudian, aspirasi driver ambulans akan ditindaklanjuti oleh CRC Zona 11 dan di-follow up.
Kandidat naker yang belum melakukan VDR – syarat bekerja- akan dibantu komunikasi tim humas dan Ketua BPD.
Wazirul Luthfi menambahkan, sesuai mediasi banner tuntutan itu akan diturunkan oleh perwakilan masyarakat.
“Kami berharap seluruh pihak akan selalu mengedepankan komunikasi positif dalam setiap kesempatan, menjaga kondusivitas, dan melakukan penyelesaian masalah dengan musyawarah dengan tujuan yang baik,” tegasnya.















